Minggu, 27 Mei 2012

Cerita Lucu Sejarah Cut Nyak Dien

Tidak perlu membedakan muslim dan yang tidak muslim, selama konstitusi ditegakan dengan benar, hak-haknya terlindungi, maka orang muslim enggak perlu khawatir. Itu perkataan Mahfud Md yang mengidolakan Judge Bao, sang penegak hukum China tempo dulu a.k.a jaman sejarah peradaban China dulu.





Mengapa Mahfud mengidolakan Hakim Bao, menurutnya hakim Bao menerapkan hukum tidak selalu membuka kitab-kita perundang-undangan yang berlaku dan sudah dibukukan, Hakim Bao dalam memutuskan perkara hukum dengan terjun ke masyarakat dan mencari tahu langsung fakta-fakta di lapangan, karena terkadang hukum jaman dahulu harus disesuaikan kembali dengan kondisi dan situasi sekarang.

Doronglah orang yang baik, karena orang yang baik akan memberikan suasana yang baik di sekitar kita dan memberikan manfaat yang baik juga untuk kemajuan lingkungan sekitar. Hukum memang sudah diperjual beli dan diselewengkan oleh oknum yang hanya ingin mencari keuntungan pribadi.

Gue pernah bermimpi bahwa gue jadi orang kaya, jutawan dollar di Indonesia, dan gue bisa berbagi dengan anak yatim, fakir miskin, anak terlantar, dan seluruh masyarakat Indonesia. Apakah mimpi gue bisa kenyataan? Kalau pun gue kaya apakah gue bisa berbagi, bisa sharing, bisa lebih memperhatikan orang-orang yang berada di bawah gue.

Gue sangat ingin jadi kaya, tapi di sisi lain gue takut enggak bisa menjaga amanah Tuhan atas pemberian kekayaan sama gue.

Ya sudah deh, mendingan sekarang kamu baca sedikit tentang cerita sejarah sang Pahlawan Indonesia dari Aceh, namanya sudah tak asing lagi di telinga, dia adalah Cut Nyak Din, simak aja deh.

Cerita Percakapan Guru dengan Murid “Sejarah Cut Nyak Dien

Alkisah di suatu kelas, Guru sedang asyik bertanya kepada murid-muridnya.

Guru :  coba anak-anak, dimana sejarah dikuburnya  Cut Nyak dien?
Murid-murid : Tidak Tahu Bu
Celetuk salah satu murid, namanya Acong
Acong : Saya tahu Bu Guru!
Guru : Bagus Acong, dimana tempat dikuburnya Cut Nyak Dien?
Acong : Di halaman 54 Buku sejarah Pahlawan Indonesia Bu!
Guru : Acoong.... Ke depan Kamu

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar