Senin, 06 Agustus 2012

Berlomba Dengan Sang Waktu

Bayangkan ketika Anda telah berusia lanjut, ketika Anda terpaksa harus menggunakan kacamata plus, ketika uban mulai tumbuh banyak pada rambut Anda, ketika penyakit lalu lalang datang menghampiri Anda. Bayangkan ketika Anda hidup dalam keterpurukan. Istri dan anak Anda menderita kekurangan materi sementara Anda tidak bisa berbuat banyak.

Bayangkan bagaimana orangtua Anda sakit-sakitan hingga ajal menjelang, dan Anda tidak bisa berbuat banyak untuk kebahagiaan mereka. Hidup adalah Sang waktu yang kejam. Hidup mendikte dan menghukum Anda, baru kemudian memberi pelajaran kepada Anda seiring berjalannya waktu.

Ibarat sebuah pepatah mengatakan, “Tidak ada manusia yang menyesal terlebih dahulu, manusia baru bisa menyesali semua perbuatannya di kemudian hari setelah semuanya telah terjadi.” Banyak orang yang tersadar setelah musibah besar datang mennghampirinya.

Banyak orang tersadar setelah sejumlah masalah hidup datang menghimpitnya. Banyak orang tersadar setelah kematian datang menjelang, sementara Anda tidak punya persiapan bekal yang cukup untuk menghadapi kehidupan selanjutnya. Hidup adalah Sang Waktu yang kejam. Hidup mendikte dan menghukum Anda, baru kemudian memberi pelajaran kepada Anda seiring berjalannya waktu. Akan tetapi, apalah artinya sebuah kesadaran ketika Semuanya terlambat untuk dilakukan karena Anda kalah oleh Sang Waktu.


Anda miskin hanya kalau Anda menyerah pada Sang Waktu. Anda menyerah karena Anda kehilangan motivasi dan harapan sehingga Sang Waktu meninggalkan Anda. Anda gagal bukan karena Anda bodoh atau kemampuan Anda pas-pasan, tapi Anda kurang ngotot dan tidak mau berlomba dengan Sang Waktu.

Berlombalah dengan Sang Waktu dan jangan pernah membiarkan Anda kalah darinya. Teruslah bergerak, hadapi semua rintangan dan hambatan yang menghadang di depan Anda. Bayangkan oleh Anda bagaimana lima atau sepuluh tahun kemudian, jika Anda bekerja keras dan tak mau kalah dari Sang Waktu. Bayangkan kehidupan Anda yang serba berkecukupan.

Bayangkan di usia lanjut Anda bisa memetik hasil jerih payah Anda selama ini. Dan Anda pun bisa lebih banyak berkonsentrasi ke masalah akhirat karena Anda bisa pensiun dari keduniaan. Jika Sang Waktu dapat Anda kalahkan, maka Anda bukan lagi bekerja untuk uang, melainkan uang yang bekerja untuk Anda. Oleh karena itu, kobarkanlah semangat dan nyala api membara dalam diri Anda untuk berlomba dengan Sang Waktu, mulai hari ini, dan seterusnya… Tetap semangat dan semoga Sukses…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar