Senin, 06 Agustus 2012

Cegah Osteoporosis Dari Sekarang

Osteoporosis atau pengeroposan tulang bukan sekedar proses penuaan biasa, melainkan penyakit yang ditandai dengan tulang yang rapuh dan penurunan tinggi badan karena mengalami pembungkukan. Osteoporosis merupakan penyakit yang bisa menyebabkan penderitaan dan cacat terutama pada orang yang sudah lanjut usia. Umumnya rasio osteoporosis ini lebh tinggi  menyerang kaum hawa dibanding kaum laki-laki karena laki-laki tidak mengalami menopause (berhentinya secara fisiologis siklus menstruasi pada perempuan karena usia lanjut). Seorang wanita yang semula tinggi, cantik, dan sehat, sekarang berubah menjadi tiny old lady, pendek, kecil, bungkuk, keriput, dan tampak kesakitan.


Osteoporosis bila tidak ditangani secara serius dari sejak dini, bisa mengakibatkan patah tulang, cacat tubuh, dan berbagai komplikasi lainnya pada tulang yang bisa berakibat pada kematian. Jumlah penderita Osteoporosis di Negara Indonesia menurut data terakhir DEPKES tahun 2006, mencapai angka 19,7 persen dari total penduduk. Bahkan di beberapa kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Medan, jumlah penderitaOsteoporosis mencapai angka 30 persen. Angka ini menurut Depkes lebih tinggi dibandingkan dengan jumlah penderita yang ada di luar negeri karena pengaruh kebiasaan merokok bangsa kita yang cukup tinggi. Kebiasaan merokok adalah salah satu penyebab timbulnya penyakit yang satu ini.

Pada dasarnya Osteoporosis dapat dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu:

Osteoporosi Primer
Terdapat pada wanita pasca menopause (post menopause Osteoporosis) dan pada pria atau wanita yang sudah berusia lanjut (senile Osteoporosis). Menopause umumnya terjadi pada usia 50-an, hormone estrogen wanita akan turun 2-3 tahun sebelum menopause timbul, dan terus berlangsung sampai 3-4 tahun setelah menopause. Massa tulang Anda akan berkurang 1-3 persen dalam 5-7 tahun pertama setelah menopause. Dan, ketika Anda berusia 70 tahun, proses pengeroposan akan berkurang, tetapi tidak akan berhenti, sampai akhirnya total seorang wanita akan kehilangan 35-50 persen dari tulangnya pada usia lanjut. Terlepas dari persoalan menopause pada wanita, dengan bertambahnya usia, baik wanita maupun pria, akan mengalami pengurangan massa tulang sebanyak 0,4-1,8 persen setiap tahun sampai usianya mencapai 80 tahun.

Osteoporosis Sekunder
Osteoporosis sekunder ini disebabkan oleh penyakit atau kelainan tertentu, atau bisa pula akibat tindakan pembedahan atau pemberian obat yang mempercepat pengeroposan tulang. Contohnya adalah penyakit Cushing (kelainan hormone adrenal), penyakit hipertiroid (hormon gondok yang berlebihan), penyakit hiperparatiroid (hormone paratiroid yang meningkat), kekurangan hormone seks (hipogonadism), gangguan hati kronis, gagal ginjal kronis, pemakaian hormone steroid jangka lama, kurang gerak badan, kebiasaan minum alkohol, merokok, kelebihan kafein, dan lain-lain. Osteoporosis sekunder bisa ditemukan pada hampir dua pertiga pria, dan lebih dari separuh wanita sebelum menopause, dengan penyebab yang bermacam-macam, yang bisa menyebabkan penurunan densitas tulang dan meningkatkan kemungkinan patah tulang. Keadaan ini perlu diwaspadai dan secepatnya dilakukan berbagai upaya pencegahan dan pengobatan yang lebih baik.

Kunci pencegahan Osteoporosis ada empat langkah, antara lain:

Mengurangi faktor risiko
Menghentikan kebiasaan merokok merupakan upaya penting dalam mengurangi faktor risiko terjadinya Osteoporosis. Bila biasanya pada orang itu risiko patah tulang adalah 10 persen, maka kebiasaan merokok membuat kemungkinan risiko patah tulang menjadi 20 persen. Jadi merokok akan menaikan risiko patah tulang sebesar 100 persen. Selain mengurangi risiko keropos, berhenti merokok juga membuat Anda terselamatkan dari bahaya penyakit jantung dan stroke.

Nutrisi yang benar
Nutrisi yang benar adalah hal penting untuk kesehatan tulang dan pencegahan Osteoporosis. Dimulai pada usia anak dan remaja, kalori dan protein yang cukup serta kalsium dan vitamin D sesuai kebutuhan, diperlukan untuk pertumbuhan tulang mencapai puncak massa tulang (peak bone mass). Bahan nutrisi ini harus terus diberikan dan dipertahankan agar proses resorpsi atau penghancuran tulang serta formasi atau pembentukan tulang kembali berjalan dengan stabil, sehingga terbentuklah tulang yang sehat, padat, dan kuat.

Bila Anda telah berumur lebih dari 50 tahun, Anda perlu mengonsumsi kalsium minimal 1,200 mg per hari, ini bisa diperoleh melalui makanan dan minuman yang mengandung kalsium atau yang telah diperkaya dengan kalsium tiga kali sehari. Contohnya adalah minum susu atau produk susu lainnya, sayuran, dan kacang-kacangan. Makanan yang banyak mengandung garam, kaya protein, atau kafein, yang bisa mengganggu penyerapan kalsium, pengonsumsiannya harus dibatasi. Suplemen kalsium bisa dijumpai dalam bentuk tablet atau cair, yang harus dikonsumsi bersamaan dengan banyak minum air putih, atau bersamaan dengan makanan untuk menghindari konstipasi atau sukar buang air besar.

Olahraga yang teratur
Orang yang tidak bergerak lama, tidak ada rangsangan gravitasi bumi atau tekanan mekanik lain, membuat banyak mineral tulang hilang dan tulang menjadi keropos. Tinggalkan gaya hidup santai, mulailah berolahraga ringan, kemudian tingkatkan intensitasnya dikemudian hari, yang penting adalah melakukannya dengan terus menerus dan teratur.

Ubah gaya hidup
Pengaruh gaya hidup modern memang menjadi salah satu penyebab meningkatnya penyakit Osteoporosis ini. Kebiasaan minum alkohol, softdrink, dan minuman bersoda mempermudah patah tulang.. Minuman tersebut bisa mengganggu keseimbangan kalsium tubuh, mengeluarkan kalsium dari tulang, dan mengganggu kerja dari vitamin D. Kurangi makanan asin dan terlalu manis, karena bisa menambah keasaman darah dan urine, yang berakibat pelepasan kalsium tulang akan meningkat. Bila Anda mengonsumsi makanan rendah garam, rendah protein, dan kaya akan sayur, kebutuhan kalsium tubuh bisa dikurangi sampai 400mg per hari.

Sumber:  (Hans Tandra, “Jangan mau dikatakan tua,” 2009)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar