Sabtu, 29 September 2012

Tawuran Pelajar, Siapakah yang salah?

Persoalan Remaja Indonesia yang menjadi PR kita seakan tidak ada habisnya, setelah berbagai kasus geng motor semakin mengikis, kini persoalan tawuran pelajar mulai mencuat ke permukaan. Tawuran pelajar yang berbuntut kematian sering terjadi di wilayah Ibukota Negara tercinta ini dan bukan tidak mungkin tawuran pelajar ini merambat ke daerah daerah di Indonesia. Sungguh malang nasib seorang pelajar jika sampai membuang-buang waktu mereka untuk hal-hal yang tidak berguna. Berkelahi, menyombongkan diri, memcelakakan orang lain, merusak fasilitas publik, mencorat coret dinding kota, membuat kebisingan di jalanan umum, dan lain-lain adalah hal yang tidak penting.
Coba Anda pikirkan sekali lagi apa akibat dari yang anda lakukan, jika anda seorang remaja yang suka tawuran. Apakah anda tidak malu? Apakah anda puas melakukan semua itu? Apakah anda kesal dengan keluarga di dekat anda? Apakah anda senang dengan hidup anda seperti itu? Apakah anda puas melihat oranglain menderita karena kelakuan anda? Apakah anda tidak ingin melihat oranglain bahagia? Apakah anda ingin selamanya hidup penuh dengan ketakutan karena anda memiliki banyak musuh? Apakah anda ingin memiliki banyak musuh dalam hidup anda? Atau apakah anda mau hidup di dunia ini sendirian karena teman anda yang tadinya dekat kini meninggalkan anda karena mati oleh musuh anda?

Anda tidak bisa menyalahkan siapapun karena ulah anda saat ini. Anda tidak bisa menyalahkan institusi pendidikan anda yang pernah mengajarkan pendidikan berkarakter, anda tidak bisa menyalahkan orangtua anda yang telah mendidik anda sedari kecil, dan anda tidak bisa menyalahkan agama yang anda anut karena agama mengajarkan akhlak yang baik bukan seperti anda sekarang yang sukanya tawuran.

Coba pikirkan oleh anda siapa sebenarnya yang salah? Coba pikirkan oleh anda apa yang salah dengan diri anda? Apakah orangtua anda menginginkan anda seperti ini? Apakah teman-teman anda atau pacar anda senang dengan perilaku anda sekarang? Usia masih muda, perjalanan hidup masih jauh, anda masih bisa melakukan sesuatu yang besar, sesuatu yang berguna bagi bangsa ini. Anda masih bisa menghela sedikit nafas untuk menghadapi tantangan berat di masa depan. Masa depan akan lebih cerah, lebih indah, dan lebih bermakna jika anda menanamkan begitu banyak kebaikan untuk oranglain. Jangan sampai jadi benalu buat oranglain, jadilah orang yang berguna buat semua orang. Maaf jika saya menggurui anda, anda sendirilah yang akan menentukan hidup anda. Masih ingat gak cita-cita anda waktu kecil? Begitu polos anda menjawab pertanyaan tersebut. Think about it!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar