Jumat, 05 Oktober 2012

Awal Mula Sa'i Salah satu Rangkaian Ibadah Haji

Setelah Kelahiran Ismail a.s, Hajar beserta ismail anaknya yang saat itu masih dalam keadaan menyusui di bawa oleh Nabi Ibrahim a.s ke Baytulloh Mekkah. Kala itu tak seorang pun tinggal di sana, air pun tak ada. Namun Ibrahim tetap bersikukuh menempatkan keduanya di sana patuh atas perintah Allah SWT.



Nabi Ibrahim hanya membekali mereka sekeranjang kurma dan satu ember air. Tak lama kemudian, Ibrahim a.s pun pergi meninggalkan mereka. Hajar sempat berkata berkali-kali kepada Ibrahim a.s :Wahai suamiku, kemanakah engkau akan pergi dan meninggalkan kami berdua di tempat yang tidak ada seorang manusia pun dan tidak ada sesuatu apapun?

Namun, Ibrahim tak sedikitpun berpalling sampai akhirnya Hajar bertanya seperti ini: “Apakah Allah yang memerintahmu untuk melakukan semua ini?” Akhirnya Ibrahim menjawab :”Ya.” Hajar tidak berkata-kata lagi, dia patuh sama suami karena dia tahu Allah tidak akan menyia-nyiakannya.

Menurut riwayat Bukhori :” Hajar pernah berkata: wahai Ibrahim, engkau akan menemui siapa hingga meninggalkan kami di sini? Ibrahim menjawab: Kepada Allah, lalu Hajar berkata lagi: Aku ridha kepada Allah.” Menyelami firman Allah SWT dalam Alquran surat Ibrahim ayat 37, setelah Nabi Ibrahim meninggalkan mereka berdua, dia lalu menghadap ke Baytulloh dan berdoa sambil mengangkat tangan:

“ Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunannku di lembah yang tidak memiliki tanaman-tanaman di dekat rumah engkau (Baytulloh) yang dihormati. Ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka, dan berikanlah rizki kepada mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur (QS 14:37).”

Air yang ditinggalkan Ibrahim a.s lama kelamaan habis karena hajar sangat haus untuk mensuplai air susu bagi Ismail a.s. Setelah beberapa lama, Ismail mulai kehausan akibat air susu ibunya tidak keluar karena kekurangan air minum.

Hajar mulai khawatir memandang anaknya lemah lunglai karena kehausan. Karena sangat khawatir, Hajar mulai mencari-cari sesuatu di sekelilingnya berharap dia menemukan air untuk diminum. Ia mendaki bukit shafa (bukit yang terdekat dari tempat tinggalnya) sendirian meninggalkan anaknya.

Kemudian ia berdiri di puncak bukit menghadap ke lembah dengan harapan ada seseorang yang datang, namun, ia tak melihat satu pun. Kemudian Hajar turun dari bukit shafa. Ketika sampai di lembah, ia melihat di bukit Marwah seperti ada bayangan air yang menyembur ke luar (fatamorgana). Kemudian ia berlari dengan menyingsingkan ujung kainnya melewati lembah menuju bukit Marwah.

Namun, ketika ia berdiri di atasnya, air itu tidak ada. Dia lihat sekeliling lembah, taka da satu oaring pun yang lewat. Namun, dia seperti melihat baying-bayang air di puncak bukit Shafa, akhirnya Hajar pun berlari kecil menuju bukit Shafa, berharap air tersebut nyata dan berharap seseorang lewat di lembah tersebut, sehingga ia bisa meminta pertolongan.

Ia melakukan seperti itu (berlari kecil dari bukit Shafa ke bukit Marwah, dan sebaliknya) sebanyak tujuh kali sampai tenaganya sudah terkuras dan hamper pingsan. Ibnu Abbas berkisah bahwa Nabi saw berkata : “Itulah awal mula sa’I diantara kedua bukit.

Sumber inspirasi: Jati diri wanita, Abu syuqqah, ALBAYAN, 1994

Tidak ada komentar:

Posting Komentar