Kamis, 01 November 2012

Dukung Gerakan Anti Aids


Ketika saya berkunjung ke salah satu Rumah Sakit di Kota Bandung dengan niat menjenguk salah satu teman  saya yang terkena tabrakan di ruang UGD. Begitu saya masuk ke ruangan UGD, di sebelah ruangan tersebut ada satu kamar yang namanya ruang Karantina. Saya melihat sesosok perempuan paruh baya yang lagi terbaring, badanya kurus, dan tangan kirinya di infus. Kemudian saya memberanikan diri bertanya kepada suster yang kebetulan lewat di depan saya. “Suster, kamar di sebelah ini ruangan apa?” Suster lalu menjawab, “Ruang karantina buat pengidap penyakit HIV Aids.” Begitu tragis; masih muda belia, terbaring seolah tak berdaya, detik-detik  kematian seakan menanti di depan mata. Mungkin Itulah akibat perbuatan terlarang. Tergiur kenikmatan dan kesenangan sesaat, menanggung akibat yang memalukan dan menghancurkan masa depan wanita paruh baya tersebut.

AIDS adalah penyakit yang disebabkan oleh virus HIV (Human Immunodeficiency Virus). Virus ini menyerang dan melemahkan sistem pertahanan tubuh manusia. Penyakit ini ditandai dengan melemahnya atau menghilangnya sistem kekebalan tubuh karena sel darah putih dirusak oleh virus HIV. Aids adalah penyakit berbahaya yang menggerogoti tibuh manusia karena pola pergaulan bebas manusia itu sendiri. Gonta ganti pasangan, hubungan seks pra nikah, perilaku homoseksuasl (penyuka sesame jenis), dan pemakaian obat-obatan terlarang dapat memicu timbulnya penyakit dahsyat ini. Perbuatan AIDs seperti kisah diatas memang layak menjadi perhatian kita karena penyakit AIDs adalah penyakit akibat perbuatan yang sudah melewati batas, melanggar norma masyarakat secara umum, dan melanggar aturan dan kaidah-kaidah ketentuan Agama.
 
Islam memandang bahwa penyakit HIV AIDs ini adalah perbuatan menjijikan, kotor, dan keji. Bahkan kemunculannya telah diramalkan oleh Rosululloh sejak ribuan tahun yang lalu, sebagaimana sabda beliau:

“Tiada lahir suatu fakhisyah (perbuatan kotor, menjijikan, keji, atau zina) yang merajalela pada suatu kaum dan dilakukan secara terang-terangan, kecuali Alloh akan menimpakan kepada mereka penyakit menular (AIDs) yang belum pernah ada sebelumnya” (HR. Tabrani dan Hakim)

Munculnya penyakit ini, erat kaitannya dengan perilaku binatang yang sering kita lihat dalam kehidupan keseharian kita. Perilaku manusia yang terkena HIV AIDs adalah sama halnya dengan perilaku binatang yang sering gonta-ganti pasangan. Alloh SWT pernah berfirman dalam surat Al-Furqon: 43-44), berikut sabda-Nya:

“Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya. Maka apakah kamu bisa menjadi pemelihara atasnya? Atau apakah kamu mengira kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain hanyalah seperti binatang ternak, bahkan perbuatan mereka lebih sesat dari binatang ternak.”

Penanaman keimanan dan contoh perbuatan mulia dari para guru, orangtua, pejabat, selebritis, pemimpin, dan semua orang yang ada di suatu negara merupakan modal yang paling mendasar bagi perkembangan karakter, moral, kepribadian, dan akhlak generasi muda suatu bangsa. Generasi muda  wajib mengetahui dan memahami secara benar akan bahaya HIV/AIDS di kemudian hari. Mari kita dukung gerakan Anti HIV Aids sedunia setiap tanggal 1 desember. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar