Jumat, 09 November 2012

Kontroversi Grasi: Ratu Narkoba Kendalikan Istana

Meirika Franola alias Ola, wanita paruh baya berusia 42 tahun terpidana kasus narkoba. Wanita ini adalah gembong narkoba yang diberikan grasi sekitar dua bulan lalu.

Namun, Ola telah menyalahgunakan grasi yang diberikan presiden dengan tetap mengedarkan narkoba di dalam sel tahanan. Hal ini terungkap menyusul tertangkapnya Nur Aisyah (kurir shabu-shabu kaki tangannya ola) di Bandara Husein Sastranegara 4 Oktober silam.

Tersangka mencoba berusaha menyelundupkan shabu-shabu seberat 775 gram, namun digagalkan petugas bea cukai. Kepada petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) tersangka mengaku direkrut kekasihnya yang juga warga binaan di LP Tanjung Balai Asahan. Shabu yang dibawa Nur Aisyah dari India itu rencananya akan diserahkan kepada Ola.

“Saya ingin ada proses hukum secepat-cepatnya, kalau ada bukti-bukti penyalahgunaan hukum, maka saya akan meninjau kembali pemberian grasi tersebut.” Presiden SBY

“Ada 4 juta korban narkoba di Indonesia, kejahatan narkoba lebih dahsyat dari kejahatan teroris dan sangat merusak generasi bangsa, Ola mengendalikan narkoba di Istana” Indra (Anggota Komisi Hukum DPR)

Ada dua isu negative mengenai kontroversi pemberian grasi terhadap ola:

  1. Ini semata ketidakcermatan presiden dalam pemberian grasi 
  2. Atau ada mafia narkoba yang meyusup ke istana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar