Kamis, 25 April 2013

Hukuman Berat Komdis PSSI


Hukuman berat memang harus diberikan, kalau ulah para pemain tidak professional. Seperti ulah striker Persiwa Wamena Pieter Rumaropen memukul wasit Muhaimin saat laga PBR (Pelita Bandung Raya) Vs. Persiwa wamena, Minggu (21/4) di stadion Siliwangi Bandung  langsung diganjar hukuman larangan bertanding seumur hidup oleh komdis (Komisi Disiplin) PSSI.

Pemukulan terjadi saat PBR mendapatkan hadiah tendangan pinalti yang ke-2 kalinya, karena Nova Arianto dilanggar di area kotak pinalti. Pemain Para pemain Persiwa langsung memprotes keputusan wasit dan beradu argumen dengan wasit.

Rumaropen yang datang dari arah belakang Muhaimin melepaskan bogem mentah tepat ke arah samping kiri mulut wasit. Wasit Muhaimin pun terluka dan mengeluarkan banyak darah dari mulutnya. Muhaimin pun langsung dibawa dan dilarikan ke Rumah Sakit Halmahera, Bandung.

Pertandingan ditunda selama kurang lebih sepuluh menit karena insiden tersebut. Muhaimin digantikan Tabrani. Rumaropen langsung diganjar kartu merah oleh wasit pengganti.

Sekali lagi wajah persepakbolaan Indonesia tercoreng. Tercoreng oleh karakter premanisme pemain sepakbola yang bisa disebut untuk skala ISL adalah pemain professional. Harus diakui persepakbolaan Indonesia kalah jauh dari negeri seberang karena profesionalisme tidak dijunjung tinggi di negeri ini.
Namun, langkah Komdis memang tepat, demi kemajuan persepakbolaan Indonesia, juga membuat jera para pemain ISL yang bertindak tidak manusiawi dan mencederai secara berlebihan. Bravo Sepakbola Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar