Rabu, 29 Mei 2013

Fakir Miskin dan Anak Jalanan Tanggung Jawab Siapa?

Fakir miskin dan anak jalanan tanggung jawab siapa hayo? Tahu pastinya yah, cuman sekarang ini kalian pura-pura enggak tahu aja yah. Biar cerita lucunya jadi rame dikit alias gak monoton loh. Cerita lucu fakir miskin dan anak jalanan tanggungan siapa? Simak aja yah. Inget pesan saya tadi, kalian pura-pura enggak tahu, kalau ada yang sok tahu awas aja deh.






Ketika saya berjalan di sekeliling perkotaan di Bandung, apabila anda kebetulan mampir di tempat-tempat pemberhentian bus atau terminal, selalu saja kita melihat ada anak jalanan yang lagi ngamen.

Apalagi kalau kita lagi lewat di perempatan Jl. Ahmad Yani dan Supratman dan perempatan Jl. Antapani Bandung, lalu lintas selalu terganggu dengan kehadiran para tunawisma beserta anak-anak mereka yang disuruh ngamen. Mereka kadang malah duduk-duduk, tiduran di trotoar penyangga rambu-rambu lalu lintas tersebut.

tunawisma
Tunawisma di Jl. Supratman, karena tidak punya
tempat tinggal, beliau tidur di pinggir jalan
 (Photo, Agustus, 2012)
Ditempat-tempat pemberhentian bus atau jembatan layang seperti yang ada di Jl. Asia Afrika dan perempatan Banceuy, saya suka melihat ada gelandangan yang lagi tiduran, atau lagi meminta-minta kepada yang lewat di depannya.

Pemandangan ini sudah tidak begitu asing di daerah perkotaan seperti di Bandung dan mungkin di kota-kota lainnya pun ada pastinya.

Apakah mengganggu tidak? Keberadaan mereka memang untuk sebagian kecil tidak mengganggu, tapi untuk sebagian besar masyarakat, terutama yang lewat pasti merasa terganggu kenyamanannya. Untuk orang yang mau naik Bus atau memerlukan tempat berteduh pasti merasa terganggu dengan kehadiran mereka, apalagi mereka menebarkan bau yang kurang sedap karena tidak pernah mandi.

Apakah pemerintah setempat tergerak hatinya untuk membantu mereka? Sampai sekarang saya belum melihat langkah kongkrit pemerintah meskipun mungkin sudah ada wacana atau sudah ada langkah perbaikan. Yang jelas pemerintah pun mungkin kebingungan dengan para Tunawisma dan Anak Jalanan itu tanggung jawab siapa?

Apakah tanggungjawab pemerintah? Apakah tanggungjawab Presiden? Apakah tanggungjawab anda? Atau tanggungjawab saya? Saya juga bingung ko.

Bingung pasti karena UUD ’45 menyatakan bahwa “Fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh Negara.” Yang jadi bingung adalah di situ tidak dijelaskan dipeliharanya oleh Negara mana. Tunawisma termasuk Fakir Miskin, Anak terlantar ya anak jalanan termasuk juga.

Yang membuat bingung itu UUD 45 enggak terlalu jelas Negara mana yang harus bertanggungjawab? Apakah Negara Indonesia, Negara Bandung, Negara Cina, Negara Singapura, atau Negara antah berantah. Inilah yang jadi pokok permasalahan UUD 45 perlu didaur ulang supaya jadi bahan yang bermanfaat buat fakir miskin.

Siapa yang bingung? Mungkin yang membuat bingung adalah tulisannya kenapa membingungkan anda. Pokoknya kita harus singsingkan lengan, angkat kaki dari Indonesia ini, supaya tidak terlibat penyelundupan anak jalanan. Maksud saya, kita harus bantu mereka supaya mereka hidup layak, entah bagaimana caranya, pokoknya harus dibantu, mau maling ke, ngerampok bank ke, atau merampok kastil kaya Robin Hood boleh-boleh saja. Trus koin emasnya dibagikan ke fakir miskin yah. Waah.. seneng deh kayaknya jadi Robin Hood dadakan. Pahlawan tanpa tanda jasa kali..


Mudah-mudahan saja pemerintah kita mau bergerak setelah baca tulisan gak bernilai seperti ini. Barangkali masih ada sisa-sisa jejak langkah Nabi Muhammad SAW di kalangan pemerintahan, sehingga mau membantu dan memperbaiki kesulitan-kesulitan fakir miskin dan anak terlantar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar