Jumat, 03 Mei 2013

SBY Tunda kenaikan harga BBM

Pengumuman kenaikan harga BBM yang diprediksi jatuh pada hari Selasa siang, 30 April 2013 ternyata ditunda. Presiden merubah keputusan pengumuman menjadi ditunda karena belum siap. Siap dalam hal pembahasan dan penyusunan program-program kompensasi untuk mengimbangi dampak akibat kenaikan BBM.

Kenaikan harga BBM baru bersubsidi menurut Bapak Presiden SBY akan mulai diberlakukan setelah dana kompensasinya siap. Kenaikan harga baru ditentukan setelah pembahasan  APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) 2013 selesai.


Menurut Beliau, saat ini pemerintah sedang menggodok berbagai bentuk dan mekanisme
Terjebak macet di Jl. Bojongsoang Kabupaten Bandung
kompensasi seperti apa  yang akan diterapkan dan diajukan dalam APBN nanti. Kalau subsidi tidak diterapkan, APBN akan membengkak, dan akan mengalami defisit anggaran APBN melebihi angka 3,83 persen.

“Kalau sudah lebih dari 3 persen, itu sama saja melanggar undang-undang dan keuangan Negara tidak sehat” Kata Presiden SBY dihadapan peserta musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional siang kemarin bertempat di Hotel Bidakara, Jl. Gatot Subroto, Jaksel.

Adapun pembahasan APBN 2013 belum mampu dilakukan sesegera mungkin, dikarenakan anggota dewan sedang reses, SBY berharap agar DPR dapat segera melakukan proses pembahasan APBN ini. Sby meminta proses pembahasan paling lambat akhir Mei harus sudah ada keputusan final.

SBY pun berharap, pihak DPR harus memandang urgensi pembahasan APBN ini menyangkut mekanisme kompensasi yang tepat untuk rakyat miskin dan kurang mampu.

Penundaan kenaikan harga BBM bersubsidi bertujuan agar tidak membebani perekonomian masyarakat bawah. Masyarakat miskin memang harus mendapatkan dana kompensasi seperti misalnya BLT tahun 2005 kemarin. Masyarakat tidak mampu yang hidupnya pas-pasan pun berhak mendapatkan kompensasi.

Semua tujuan atau program pemerintah itu baik, Cuma sikap mentalitas dari para pejabat-pejabat yang diamanahinya itulah yang terkadang membuat masyarakat awam tidak mempercayai para pemimpinnya.

Untuk para pemimpin negeri ini, sadarlah, Sadar diri, Introspeksi Diri, Evaluasi Diri, dan seringlah turun, berbaur dengan masyarakat kumuh dan tanyakan apa keinginan mereka. Marilah kita sama-sama melakukan perubahan diri sendiri, sebelum ajal menjemput, bertaubatlah kepada Allah, apabila kita sering melakukan kekhilafan.

Indonesia akan menjadi baik, sehat, dan sejahtera jika ditangani oleh orang-orang yang jujur, mau memperbaiki diri, dan mau berjuang bersama-sama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar