Kamis, 09 Mei 2013

Sidang Akta Kelahiran Dihilangkan


Akhirnya setelah sekian lama.. mengurus surat kelahiran anak tidak lagi ribet seperti kemarin-kemarin. Kalau kemarin kita memiliki anak lebih dari setahun itu untuk dapat memperoleh Akta Kelahiran harus melalui proses sidang, dan itu sangat merugikan masyarakat kecil karena biaya sidang itu enggak sedikit.

arfa
Arfa Bahy Ardhani
Adik saya, sekitar bulan Agustus tahun 2012 kemarin baru ikut sidang Akta Kelahiran. Biaya yang harus dikeluarkan pun lumayan cukup besar untuk ukuran rakyat biasa, sekitar 100 ribuan lebih. Karena butuh untuk melamar kerja, ya terpaksa harus bikin Akta katanya.

Merujuk kepada surat keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) No. 18/PUU-X1/2013 tertanggal 30 April 2013 Pengurusan Akta Kelahiran untuk anak yang usianya diatas satu tahun tidak perlu melalui proses penetapan Pengadilan Negeri (PN) terlebih dahulu.

Sumber informasi ini saya dapat dari Berita di Koran Pikiran Rakyat hari ini. Keputusan MK tersebut mulai 1 mei 2013 sudah diberlakukan kata Kabid Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcasip) Kabupaten Bandung, Iwan  Ridwan, di ruang kerjanya pada hari Selasa, 7/05/2013.

Iwan menambahkan “Untuk pengurusan Akta Kelahiran, orang tua harus membawa dua saksi dan persyaratan administrasi lengkap antara lain KTP dan KK ke-2 orang tua, KTP dua orang saksi, surat keterangan kelahiran dari bidan, dan Akta Nikah orang tua.”

Alhamdulillah, keuputusan itu setidaknya mengurangi beban masyarakat kecil. Biayanya mudah-mudahan menjadi tidak sebesar saat harus melalui proses penetapan sidang PN. Namun, yang pasti tidak seribet dulu pengurusannya.

Insyaallah adanya putusan MK tersebut, masyarakat menjadi lebih dipermudah, bebannya semakin ringan, dan tidak terlalu dipusingkan mencari biaya untuk ngurus Akta Kelahiran anak-anak mereka. Pasti semua masyarakat Indonesia akan lebih bersukacita mendengar putusan MK tersebut.

Dan mudah-mudahan percepatan pengurusan Akta Kelahiran pun tidak selama dulu, yang terkadang bisa berminggu-minggu baru selesai, tergantung besar kecilnya orang ngasih uang sama pejabat pembuat Akta tersebut. Kita doakan saja agar para pejabat dan pengurus pembuatan Akta menjadi lebih sigap mulai tahun ini dan lebih ikhlas bekerja, dan tanpa pamrih. Amiin..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar