Jumat, 21 Juni 2013

Cita-citaku

Ketika kecil cita-cita kamu apa? Ada yang jawab macem-macem pastinya. Cita-citaku mau jadi Polisi, aku mau jadi tentara, aku mau jadi pilot pesawat tempur nih kaya cita-citanya Arfa, aku mau jadi dokter, kalau cita-citaku mau jadi Presiden SBY. 


Tapi ketika besar, enggak jadi polisi deh gue karena biaya untuk jadi Polisi gede banget minimal harus punya 2 hal. Satu harus punya beking kuat (yah minimal orang tua atau saudara kita punya pangkat tertinggi di kepolisian), ke dua kita harus punya uang, tarolah seratus atau seratus lima puluh juta untuk jadi polisi.

Bagaimana dengan tentara? Sama saja dan kalau pun bisa lulus murni itu susah, perlu perjuangan, doa, dan materi yang tidak sedikit. Trus bagaimana donk nasib kita selaku anak muda bangsa Indonesia? Sabar yah nak, nanti juga Indonesia akan berubah drastis ko. Dari yang tadinya kusut kaya benang kusut pasti akan ada orang yang peduli dan mau membereskan keadaan.

Indonesia banyak utang, sabar saja yah nak karena bapa yakin suatu saat nanti Indonesia bisa bayar utang. Mau sampai kapan saya harus sabar Pak? Selama belum berubah yah kita harus sabar dan tawakal, siapa tahu Tuhan akan menolong kita dari keterpurukan karena bapak yakin Tuhan itu sayang ma kita dan tidak akan berdiam diri melihat nasib umatnya yang sedang gelisah.

Ah si Bapak bawa-bawa Tuhan terus, pakai logika donk, masa saya harus dikasih makan singkong mulu tiap hari sementara orang lain makannya enak-enak. Jangan lihat ke atas nak, lihatlah orang-orang di bawah kita, masih banyak yang lebih parah hidupnya dibanding kita. Sabar yah, sabar itu enggak ada batasnya, selama kita mau bersabar dan terus bersabar, Tuhan akan selalu bersama orang sabar. Innalloha ma’asshoobiriiin

Tuhan dan Tuhan terus bapak bawa-bawa, capek ah pak debat sama bapak, sabar itu kan ada batasnya, sampai kapan hidup kita akan maju? Sabar nak, sabar yah.

Begitulah kehidupan, kalau selamanya kita mengedepankan ego dan nafsu maka selamanya kita merasa enggak puas terhadap kehidupan. Kalau kita mengedepankan iri dan dengki, maka selamanya kita akan merasa dikucilkan oleh Tuhan. Akan tetapi, kalau kita mau menerima apa yang ada dan bersyukur, insyaallah Tuhan akan memberikan kita kebahagiaan dalam hidup.

Kenaikan BBM yang diperkirakan akan diputuskan Presiden akhir Juni nanti bertepatan dengan jelang Puasa Bulan Ramadhan, sudah pasti yang terbersit dalam pikiran semua masyarakat adalah harga-harga kebutuhan pokok semakin melambung tinggi. Sekarang pun sudah terasa sekali kenaikan harga-harga sembako.

Akan tetapi, apapun yang terjadi, syukurilah apa yang ada karena hidup adalah anugerah. Tetap jalani hidup ini untuk berkarya dan berusaha agar kita bisa bertahan dan tetap bersyukur.

Kembali ke cita-citaku, cita-cita yang mulia anak-anak kita adalah kewajiban kita selaku orangtua, tetangga, masyarakat untuk selalu membimbing, membina, menyokong, dan mengarahkan mereka menuju generasi emas Indonesia Jaya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar