Sabtu, 08 Juni 2013

Don't Judge a Book by his Cover

Don't Judge a book by his cover itu artinya jangan menilai orang dari penampilan luarnya saja. Look inside and out. Look closer, if you still not understand what that's mean, take a look closer. Di sinilah peranan Toleransi antar masyarakat. Saling menghargai satu sama lain dan saling menghormati adalah cerminan kerukunan masyarakat sehingga dapat terwujud persatuan dan kesatuan bangsa secara utuh.



Sekarang kan sudah banyak yang ngaku-ngaku produk asli buatan Negara tertentu, padahal sebenarnya bukan.

Milk Treatment KPBS Pangalengan with
Bagus Maulana So'e
Kaya Batik, kalau enggak salah, kemarin Malaysia mengklaim kalau Batik itu buatan asli mereka. Padahal Batik itu asli dari Indonesia loh. Tapi kalau yang makainya para koruptor sih  mending serahin saja sama Malaysia. Kalau batik dipakai sama orang Malaysia nih, mereka menjadi berani dan tangguh dan tegas dalam berkata.

Seperti Mahatir Muhammad dalam acara salah satu seminar di Yogyakarta  baru-baru ini, dia pakai batik dan pidatonya itu pun sangat garang menurut saya. Mungkin ada pengaruhnya yah baju batik yang dikenakan bapak perdana menteri Malaysia ini.

Mahatir Muhammad dalam pidatonya mengatakan bahwa  mantan presiden Amerika yaitu George Bush dan Perdana menteri Inggris Tony Blair Layak disebut penjahat perang karena kedua pemimpin itulah yang menganjurkan agresi perang Irak kemarin yang menghancurkan Saddam Husein.

Penjahat perang berkedok polisi dunia, menyelamatkan dunia, dan mewujudkan ketertiban dunia. Kalau polisinya saja sudah dipimpin sama penjahat perang gimana mau mewujudkan ketertiban dunia.

Kalau bicara perang memang  enggak ada matinya, dari jaman para Nabi saja sifat peperangan itu sudah ada, keinginan dan nafsu untuk menguasai tanah dan kekayaan suatu Negara.

Kembali lagi ke pakaian batik, kalau di mata pemimpin Malaysia yang satu ini nih ternyata pakaian batik itu ada singkatannya loh. Batik, B nya Baju, Ati nya Anti, K nya Koruptor. Jadi Batik itu Baju anti Koruptor. Kalau ini dimata pemimpin Malaysia.

Kalau dimata koruptor, baju Batik sangat nyaman dipakai untuk melakukan praktek korupsi. Biar masyarakat bisa dibodohi dengan penampilan manis koruptor pakai batik. Masyarakat mungkin nyangkanya mereka baik, sopan, lemah lembut, tegas, dan penuh kejujuran padahal semuanya Palsu.

Makanya Don’t Judge A book by his cover, kalau kamu ingin tahu cewek yang kamu taksir, pasti biodata cewek tersebut dia cari dari mulai rumahnya dimana, berapa bersaudara, hobinya apa, hari ulang tahunnya tanggal berapa, dan sudah punya pacar apa belum. Pasti dia nanya-nanya entah itu sama teman dekat cewek tersebut atau sama ibu-ibu warung yang cewek itu seka belanja di sana.

Sama seperti menilai pribadi orang lain, jangan hanya penampilan luarnya saja. Belum tentu pemuda dengan baju yang seronok atau tattoo di kakinya itu orang jahat, bisa saja hatinya sangat baik dan sopan. We don’t know who you are and what you are.

Pakaian Batik pun bisa saja menipu banyak orang, tapi untungnya para maling atau rampok tidak seperti koruptor, Mereka sangat menghargai pakaian batik, mereka tidak pernah kelihatan memakai batik saat maling ayam atau merampok bank.


But, it’s only just a T-Shirt, T-shirt atau apa yah kalau kemeja? Pokoknya begitu lah. Yang jelas kita harus mencintai produk dalam negeri kita sendiri, jangan meniru gaya barat yang tidak mendidik dan kurang sopan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar