Selasa, 18 Juni 2013

Sukses Merubah Dunia

Cerita ini berawal dari kampuang nan jauh di mata, dimana ada seorang pemuda yang pintar, sholeh, rajin mengaji, rajin menabung, rajin bersedekah, rajin bebersih rumah, rajin kerja bakti, dan rajin pangkal pandai.



Saking pintar dan sholehnya dia, dia pun memikirkan, peduli, dan sayang sama lingkungan, masyarakat sekitar, dan bangsa Indonesia seutuhnya. Singkat cerita, dia dalam hatinya punya satu niat yang tulus dan sangat menyentuh.

Apa niatnya? Niat tulus Sang Pemuda tersebut adalah “Ingin berusaha semaksimal mungkin untuk merubah Dunia.” Kenapa dengan dunia? Apakah dunia sudah berubah dari putih menjadi hitam, atau dari kuning menjadi kelabu, dan atau jangan-jangan Dunia sudah berubah warna, bau, dan rasanya sehingga jadi najis tralala trilili.. Hehe.. Mudah-mudahan enggak yah?

Dunia dalam pandangan Sang pemuda tadi sudah berubah, Dunia sudah sangat bejat, tak bermoral, banyak generasi muda bangsa ini meniru gaya hidup orang barat yang seronok, banyak generasi muda yang terpengaruh pola hidup hedonis gaya barat.

Dia sangat miris sekali melihat di Televisi banyak berita-berita yang tidak mendidik, berita yang tidak patut ditonton oleh masyarakat karena bisa merusak akhlak generasi bangsa. Dia sangat miris melihat jaman sekarang banyak anak kecil setingkat SMP atau bahkan SD pun mereka sudah terang terangan cium-ciuman, peluk-pelukan, atau pacaran yang seharusnya hanya orang yang sudah menikah bisa melakukan seperti itu, karena apa? Karena pengaruh globalisasi teknologi yang didengungkan oleh bangsa barat.

Sang pemuda pun mulai membuat list dalam buku catatannya, dia mulai membuat langkah-langkah strategis untuk mencoba merubah dunia yang menurut dia sudah egois dan bejat moral. Apakah Sang pemuda tersebut berhasil? Apakah dunia bisa berubah? Apakah mereka mau mendengar ide dan gagasan sang pemuda?

Sistem informasi, tips strategis, dan langkah perubahan pun dia urutkan dalam buku catatannya dari mulai tahapan yang paling kecil sampai kepada tahapan yang paling besar. Dia mulai searching di Internet, googling, dan mencoba mengumpulkan ribuan informasi penting dan langkah strategis dari berbagai sumber untuk membuat perubahan.

Ternyata setelah pemuda tersebut mengumpulkan informasi, bukan main banyaknya, ada ribuan bahkan sampai jutaan informasi tentang perubahan.

Ribuan bahkan jutaan informasi untuk merubah dunia dia baca dan dia tulis kembali ke dalam buku catatan. Namun, dia mulai termenung dan memperhatikan tulisan-tulisan dari setiap sumber bacaan yang dia peroleh.

Ada yang menarik dari sebagian besar sumber bacaan tersebut, setelah dipikirkan sejenak, direnungi, dan diulang-ulang. Setiap bacaan yang dia simak, ternyata merubah dunia itu gampang dan cukup mudah, bagi dia coba kalau bagi kita, sudah kebayang kan susahnya!. Apa yang dipikirkan dan dibayangkan sang pemuda?

Setiap sumber informasi dia baca berulang-ulang, entah berapa ribuan sumber bacaan yang dia baca berulang-ulang di google. Semua sumber tulisan yang dia baca, ternyata merubah dunia itu enggak perlu modal besar untuk mendatangi para pemimpin dunia, enggak perlu kirim surat-surat ke seluruh organisasi di dunia, enggak perlu naik pesawat, naik mobil, dan becak untuk pergi ke panti asuhan.

Enggak perlu pake TOA segede gunung untuk mengumumkan kepada dunia agar berubah. Merubah dunia itu gampang, kalau kita ingin merubah dunia maka rubahlah diri sendiri terlebih dahulu. Berikan energy positive yang ada dalam perubahan diri kepada lingkungan, masyarakat, bangsa, dan dunia.

Kita tidak akan bisa merubah dunia karena dunia milik orang Amrik, Biarlah Amerika memiliki dunia, tapi mereka tidak bisa memiliki Jiwa dan Raga ini. Biarlah Amerika jadi Polisi Dunia, tapi mereka tidak bisa menilang saya karena saya tidak punya mobil dan motor. Wkwk..

Kalau sudah mau merubah diri sendiri, maka sebarkan energi-energi positive dalam diri kepada lingkungan sekitar. Apakah bisa? Lingkungan, alam, mahluk hidup semua saling berkaitan dan pasti ada link connection diantara satu mahluk hidup dengan alam dan atau antar sesama mahluk pun demikian.

Kalau dibicarakan lebih jauh nanti bisa enggak habis bahasannya, pokoknya kita semua adalah sama-sama ciptaan Tuhan, antara satu ciptaan pasti memiliki keterkaitan erat dengan ciptaan lainnya karena kita semua berada dalam satu ekosistem bumi.

Sebarkan energi-energi positive,


Tidak ada komentar:

Posting Komentar