Senin, 22 Juli 2013

Ahok Jelaskan Selisih Anggaran "Blusukan" Jokowi dan Foke

Setujukah anda dengan pernyataan Ahok saat diwawancarai salah satu stasiun televisi mengenai Temuan Fitra tentang pembengkakan anggaran Blusukan Jokowi-Ahok yang membengkak sebesar 34 juta rupiah per hari atau realisasi anggaran dalam setahun sebesar 26,6 miliar rupiah.

Fitra menyayangkan pembengkakan anggaran blusukan pak Jokowi-Ahok yang dinilainya tidak menghasilkan sesuatu apapun dari program blusukan Jokowi tersebut. Dia menilai bahwa Jokowi-Ahok hanya membuang-buang anggaran pemerintah daerah dan tidak menghasilkan upaya-upaya signifikan terhadap kemajuan daerah ibukota Jakarta.

Fitra membandingkan anggaran blusukan Jokowi dengan mantan Gubernur Jakarta dulu Fauzi Bowo. Menurutnya, anggaran Foke (Fauzi Bowo) justruu lebih kecil dibandingkan dengan anggaran blusukan-nya Jokowi-Ahok sekitar 17 juta rupiah per hari.

Namun, sekali lagi saya setuju dengan pernyataan Ahok, dia mengatakan kepada pers bahwa data temuan Fitrah tersebut disinyalir ada muatan politis di tengah isu elektabilitas Jokowi yang sedang naik daun di kancah Pilpres 2014.

Menurutnya “Kalau semasa Foke, ada namanya tunjangan operasional untuk gubernur dan wakil gubernur, apakah masyarakat tahu akan hal itu? Nah semasa kepemimpinan Jokowi, tunjangan ini dibuka ke publik supaya ada transaparansi publik jadi tidak di sembunyi-sembunyikan.”

Menurut Ahok, “Setiap tahun PAD (Penerimaan Asli Daerah) itu mengalami kenaikan, dan 0,15 persennya dari PAD adalah untuk tunjangan Gubernur dan Wakilnya). Karena PAD Jakarta naik, maka wajar selisih kenaikan anggaran Blusukan Jokowi menjadi naik dan itu ada PP-nya (Peraturan Pemerintah).”

“Mungkin ada unsur muatan politis, entah itu dari partai tertentu atau bukan, yang jelas mereka iri terhadap program blusukannya Jokowi-Ahok, kalau mereka meniru gaya Jokowi-Ahok mungkin malu, jadi mereka mencari-cari berbagai kelemahan Jokowi agar pamornya turun.”

Bagi segelintir orang, gaya blusukan Jokowi mungkin dinilai hina atau ingin pamer dengan tujuan menarik simpatik warga. Namun, gaya blusukan Jokowi adalah tipe pemimpin  yang dekat dengan rakyat, seperti tidak ada sekat antara rakyat dengan pemimpinnya. Dan itu adalah tipe pemimpin yang cepat tanggap terhadap kepentingan warga bukan kepentingan parpol atau golongan tertentu.

Gaya blusukan Jokowi dinilai efektif menurut saya karena kebutuhan, kepentingan masyarakat tidak perlu nyangkut  di dewan perwakilan rakyat dulu sampai harus menunggu sidang DPR apakah kepentingan rakyat disetujui atau tidak. Gaya blusukan Jokowi setidaknya telah mempercepat laju pertumbuhan ekonomi karena kepentingan masyarakat langsung diatasi dan tidak perlu menunggu aba-aba dari pemerintah pusat.

Saya salah satu dari jutaan rakyat Indonesia yang pasti setuju dengan program blusukan Jokowi-Ahok. Teruslah berjuang dan jangan ragu untuk bergerak demi kemajuan bangsa karena perjuanganmu belum selesai. Masih banyak jutaan rakyat Indonesia yang masih miskin dan butuh pemimpin yang tanggap seperti Pak Jokowi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar