Kamis, 25 Juli 2013

Fasilitas Mewah Gembong Narkoba

1,4 juta pil ektasi berhasil ditemukan di sebuah akuarium ikan yang diselundupkan Gembong Narkoba Freddy Budiman dari China, barang tersebut rencananya akan dia selundupkan ke sejumlah kota-kota besar di Indonesia.

Freddy sebelumnya pernah tertangkap dan dipenjara dengan kasus yang sama namun kasusnya tidak terlalu sebesar sekarang. Dia sebelumnya pernah dipenjara selama kurang lebih 2,5 tahun dan April 2012, dia bebas.

Namun, penemuan pil ektasi besar-besaran baru ini membuat Freddy di jatuhi hukuman mati oleh Pengadilan negeri jakbar.

Setelah vonis hukuman mati, ternyata Freddy Budiman tidak jera, dia mengorganisir pengedaran narkoba di dalam Lapas Cipinang, Jakarta Pusat dengan omset miliaran rupiah.

Di dalam Lapas, gembong narkoba yang satu ini mendapat perlakuan istimewa dari pengurus Lapas. Dia mendapatkan berbagai fasilitas mewah dengan layanan first class.

Penemuan ini di dapat setelah mendengar pengakuan dari dua wanita cantik yang selalu berkunjung ke tempat penahanan Freddy Budiman.

Anggita Sari yang merupakan seorang model dan teman dekat Freddy, dan juga diisukan sebagai istri Freddy selalu berkunjung dan mengaku sering melakukan hubungan S**x dengannya.

Menurut pengakuan Anggita Sari kepada reporter Metro TV, selama ia besuk ke tempat penahanan Freddy, ruangannya beda dengan kelas kelas lainnya, untuk mas freddy ruangan tersebut cukup bagus, fasilitas segala macam ada disana.

Satu lagi wanita yang suka berkunjung ke Lapas tempat gembong narkoba tersebut adalah Vanny, seorang wanita yang berprofesi sama seperti Anggita Sari.

Vanny mengakui kalau dia sering ny*bu dan berci*ta dengan Freddy  di salah satu ruangan khusus yang telah disediakan pihak Lapas.

Perlakuan istimewa pihak Lapas adalah cermin kebobrokan hukum Indonesia, masih banyak kasus-kasus lainnya di beberapa Lapas yang mungkin masih belum terkuak. Hukum Indonesia bisa dibeli dengan uang, disogok, dan disuap.

Uang sogok, uang suap Freddy mungkin tidak seberapa dibandingkan dengan omset yang dia peroleh dari transaksi narkoba.

Untuk 1 butir pil ektasi saja, menurut salah satu teman saya, harganya sekitar 350 ribu rupiah, kalau 1 juta butir pil ektasi saja berhasil dijual, untungnya bisa mencapai 350 miliar rupiah.


Freddy adalah salah satu dari sekian banyak gembong narkoba yang merajalela di Indonesia. Sudah saatnya para gembong narkoba tersebut dijerat hukuman mati langsung tanpa menunggu hari esok. Setiap detik waktu yang bisa ia hirup, maka setiap detik pula generasi muda Indonesia akan terjerat oleh Narkoba.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar