Sabtu, 20 Juli 2013

Menjadi Pribadi Optimis

"Orang pesimis melihat kesulitan di setiap kesempatan. Orang optimis melihat kesempatan di setiap kesulitan." - Winston Churchill

Ada seorang tokoh yang mengatakan bahwa anda bisa mengubah hidup anda dengan mengubah sudut pandang anda.


Sudut pandang? Mungkin anda akan berpikir bagaimana mungkin hanya sudut pandang bisa mengubah hidup kita.

Jika sudut pandang yang anda gunakan adalah sudut pandang seorang pesimis dengan mengedepankan sikap negative, maka anda akan melihat kesulitan di setiap kesempatan dan jika yang anda gunakan adalah sudut pandang orang optimis penuh dengan sikap positif maka anda akan melihat kesempatan di setiap kesulitan.

Tau apa anda bedanya? Yang optimis akan lebih cepat memulai, lebih gigih dalam berusaha, pantang menyerah dalam menghadapi kegagalan, dan sangat menghargai setiap detik waktu yang bergulir.

Lalu apa imbalan untuk orang seperti itu? Dia akan memanen benih dari sikap optimis yang selama ini ditanamkan dalam diri. Tanpa disadari tiba-tiba dia sukses, tiba-tiba Tuhan mengangkat derajatnya, dan pada akhirnya kebahagiaan pun akan dia raih.

Yu! Ubah hidup kita menjadi lebih baik hanya dengan mengubah sudut pandang kita yang selalu bertindak pesimis dan negative thingking terhadap kehidupan yang sangat indah ini. Bersyukurlah kita selagi hidup, lakukan yang terbaik, dan bersiaplah untuk menjadi seorang yang sukses.

Jika anda dilahirkan dalam keadaan miskin itu bukan salah anda, tapi jika anda mati dalam keadaan miskin itu salah anda. Cantik sekali ya, apa yang dikatakan Sahabat Nabi Saw, Umar Bin Khatab yang kemudian dikutip oleh Bill Gates salah satu orang terkaya di dunia ini. Mau dibawa kemana hidup kita tergantung dari apa yang kita lakukan hari ini dan seterusnya.

Kemiskinan bukan penghalang kesuksesan hidup kita, kemiskinan adalah suatu semangat. Kemiskinan bisa diibaratkan sebagai sebuah gas yang akan memompa roket anda untuk melesat jauh tinggi ke angkasa. Roket di sini adalah ilmu yang kita pelajari, dengan ilmu anda menjadi tidak takut miskin karena ilmu adalah tuntunan kebahagiaan hidup di masa datang.

Bukankah dalam Islam kita diajarkan “Carilah ilmu smapi ke negeri Cina.” Dengan ilmu, kebahagiaan dunia dan akhirat pasti kita raih selama kita konsisten dan sabar dalam menimba ilmu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar