Kamis, 11 Juli 2013

Sembako Melejit Rakyat Menjerit

Sungguh Cerdas Pemerintah kita menaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) disaat Bulan Ramadhan. Kenaikan harga BBM berimbas kepada melejitnya harga sembako di masyarakat. 

Apakah mereka tidak tahu kalau harga cabai rawit saja sekarang Rp 22.000,- seperempat kilogram, Harga bawang daun Rp 12.000,- per kilogram, dan harga bawang merah Rp 14.000,- seperempat kilogram. Apakah mereka tahu kalau harga daging ayam Rp 40.000,00 per kilogram dan harga daging sapi Rp 110.000,- perkilo.

Imbas kenaikan harga BBM memang melejitkan harga kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari. Bagaimana dengan nasib rakyat yang hidupnya pas-pasan?

Kalau kita berhitung secara kasar saja untuk mencukupi kebutuhan hidup dalam satu hari untuk satu keluarga dengan dua orang anak (Keluarga KB), pengeluaran untuk makan makanan cukup gizi dalam dua kali sehari saja bisa kita uraikan seperti berikut:

  1. Beli beras 1 liter  Rp 8.500
  2. Beli ayam setengah kilo Rp 20.000,-
  3. Beli telur seperempat  Rp 6.000
  4. Beli sayuran dan bumbu masak kurang lebih Rp 15.000,-

Dibutuhkan sekitar Rp 50.000,- untuk keperluan makan cukup gizi dalam satu hari. Belum mikirin Gas, Listrik, pengeluaran anak, pendidikan anak, dan lain-lain. Untuk makan saja dibutuhkan dana sekitar Rp 1.500.000,-.

Pengeluaran jajan anak dalam satu hari untuk dua orang misalkan sepuluh ribu rupiah, dalam satu bulan sekitar 300.000,- rupiah.

Pengeluaran listrik untuk keluarga sederhana misalkan Rp 50.000,-. Belum beli gas, bisa empat kali dalam satu bulan, itu sekitar Rp 64.000,- (@16.000 rupiah untuk ukuran 3 Kg).

Pengeluaran lain-lain seperti bensin untuk kendaraan (sepeda motor), pulsa hape, dsb bisa saja sekitar Rp 100.000,- dan bahkan bisa lebih.

Kalau melihat uraian diatas, dibutuhkan sekitar dua juta rupiah untuk biaya keperluan hidup dalam satu bulan untuk satu keluarga kecil. Apakah gaji anda lebih dari dua juta?

Gaji atau upah dua juta rupiah perbulan adalah standar pegawai yang berstatus sarjana. Sedangkan untuk karyawan biasa atau buruh pabrik per bulannya enggak akan mencapai dua juta kecuali kalau perusahaan atau pabrik menerapkan kerja lembur untuk mereka.

Yang saya ketahui, gaji karyawan atau buruh itu rata-rata sekitar Rp 1.500.000,- per bulan. Lalu bagaimana dengan nasib jutaan buruh di Indonesia.

Apakah dalam bulan ramadhan ini mereka bisa menikmati dan melaksanakan ibadah puasa dengan tenang. Saya yakin diantara mereka banyak yang menjerit karena dahsyatnya kenaikan harga sembako.
Pemerintah sangat cerdas sekali dan sangat jenius dalam hal ini. Entah apa yang ada dipikiran mereka, puluhan juta rakyat biasa dan miskin jadi korban kecerdasan para pemimpin kita.


Mudah-mudahan Allah SWT memaafkan mereka dan memberikan hidayah kepada mereka. Boleh saja mereka dengan seenaknya menaikan harga, tapi mau enggak mereka berbagi kasih, berbagi kebahagiaan, dan mau mendengar jeritan jutaan masyarakat yang sekarang lagi bingung, putus asa, depsresi, dan enggak tahu mau makan apa besok.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar