Rabu, 31 Juli 2013

Tuntutan Kreatif dan Inovatif

Kesenangan dan kenikmatan dunia memang bisa menipu jika kita berlebihan atau terlalu cinta sama hal keduniawian. Namun, tak salah jika kita menginginkan kesenangan dunia itu datang menghampiri. Syukuri dan nikmatilah setiap detik kebahagiaan dan kesenangan yang kita alami.

Siapapun anda, apapun profesi anda yang sekarang anda tekuni, tujuan utamanya adalah untuk bertahan hidup di tengah kehidupan yang serba duit dan duit. Kita tidak mungkin punya sesuatu yang membuat kita bisa makan dan minum kalau kita tidak punya duit.

Pingin punya rumah tempat berteduh dari terik dan hujan, tentunya kita harus punya duit yang lumayan besar. Kalau kita pingin punya kendaraan, kita pun harus nabung dan punya duit lebih untuk mendapatkan semua itu.

Kalau anda dilahirkan sebagai anak orang kaya, syukurilah nikmat Tuhan tersebut. Jika anda anak dari kalangan biasa saja, maka anda harus berjuang ekstra keras untuk mendapatkan sedikit demi sedikit duit dan terus berdoa agar kehidupan kelak lebih baik dari hari ini.

Tidak ada kekayaan yang halal dan bisa dicapai dengan sekejap kecuali anda koruptor, maling, atau rampok. Anda bisa saja duduk manis sambil menikmati kekayaan hasil cuci uang anda, tapi di akhirat nanti, tidak ada ampun bagi anda karena dosa anda selama ini telah mengorbankan ratusan bahkan ribuan jiwa masyarakat miskin yang seharusnya bisa mendapatkan kehidupan yang layak.

Tuhan tidak diam, tuhan akan memberikan ganjaran berupa siksaan baik di dunia maupun di akhirat nanti. Siksaan di dunia sangat mungkin terjadi kepada para koruptor seperti penyakit yang tak kunjung sembuh atau derita dan musibah yang akan terus menerus menimpa keluarga mereka.

Sungguh miris kalau melihat sebagian besar koruptor adalah orang dari kalangan Islam itu sendiri yang mengaku sebagai hamba Allah yang taat dan patuh. Apalagi mereka pada umumnya sudah bau tanah atau bentar lagi sekarat.

Mereka korup demi terjaminnya masa depan anak-anak kesayangan dan keluarga mereka. Mereka korup agar anak-anak mereka bisa bermanja-manja dan mbermegah-megah dengan duit hasil korupsi. Sungguh biadab para koruptor Islam di Indonesia, jangankan dihukum mati, di rajam pun dosa mereka enggak akan hilang karena ribuan jiwa masyarakat miskin sekarang menjerit karena sembako naik, menjerit karena biaya hidup semakin mahal.

Industri kreatif, UKM kreatif hanyalah boneka pemerintah untuk mengalirkan dana kepada kolega-koleganya. Masyarakat miskin jangankan berfikir kreatif, untuk memenuhi isi perutnya dalam satu hari pun mereka harus banting tulang.


Kalau masyarakat disuruh kreatif dan inovatif, penuhi dulu kebutuhan perut. Kalau perut sudah terjamin, masyarakat pun bisa berfikir kreatif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar