Senin, 19 Agustus 2013

Cerita Pendek Tarian Lebah Bagian II

Cerita pendek mengenai tarian Lebah telah saya jelaskan pada tulisan sebelumnya. Dan pada bagian kedua cerita tarian lebah kali ini adalah tentang dua macam tarian Lebah yang sangat spektakuler dan begitu dahsyat. Spektakuler karena tarian ini begitu unik dan istimewa, dahsyat karena tarian ini banyak menginspirasi dan ditiru oleh manusia.

Tarian Undangan Lebah



Ada kalanya suatu negara Lebah bisa hancur dan porak poranda, entah itu karena proses kejadian alam atau pun karena ulah tangan manusia yang suka mengambil manfaat dari Lebah ini tanpa permisi. Manusia suka menghancurkan sarang lebah dan mengambil madunya untuk dikonsumsi atau dijual.

Pada saat itulah, suatu negara lebah hancur dan banyak prajuritnya yang kabur mencari negara baru. Kalau sang Raja masih selamat, negara atau sarang lebah bisa dibangun kembali bersama menteri dan seluruh prajuritnya. Akan tetapi, kalau sang Raja mati, maka seluruh menteri dan prajurit kabur mencari negara lain yang masih ada raja dan ratu lebahnya.

Getaran Sayap menteri dan prajurit yang melarikan diri, di sepanjang perjalanan mereka, getaran sayapnya seperti gerakan sebuah tarian, dalam hal ini dinamakan Tarian Kesedihan dan menandakan mereka sangat berkabung atas kematian sang Raja dan Ratunya.

Pada suatu masa, Sang Ratu menugaskan ribuan prajuritnya untuk mencari mencari makanan, mereka pun berpencar ke segala arah untuk mencari tempat yang menyimpan banyak makanan buat sang Raja dan Ratu.

Ketika salah satu prajurit berhasil menemukan tempat yang dihuni banyak makanan, dia langsung menggetarkan sayapnya, gerakannya berbeda seperti sebuah tarian, namanya Tarian Undangan kalau ditempat tersebut ada makanan, semua menteri dan prajurit pun datang ke tempat tersebut untuk membawa makanan.

Selain mengundang seluruh prajurit negaranya, tarian undangan ini pun berlaku untuk prajurit yang kehilangan sarang atau negaranya sehingga mereka bisa bergabung dengan prajurit negara tersebut.

Tarian Pernikahan Raja Lebah

Kalau seorang remaja jatuh hati kepada seorang wanita apa yang dia lakukan? Biasanya dia nembak wanita dengan berkata bahwa dia sangat suka dengannya. Kalu tidak berani nembak, biasanya cowok mendelegasikan perasaannya kepada teman cewek tersebut sehingga teman cewek tersebut dapat menyampaikan pesan cinta ke cewek yang disukai cowok tadi. Cinta memang tidak hanya milik manusia, semua mahluk hidup pun pernah merasakan yang namanya cinta.

Lebah pun demikian, konon suatu ketika, sang raja muda yang belum memiliki pasangan telah mempunyai perasaan cinta yang dalam, getaran sayapnya memberikan berbagai sinyal-sinyal cinta kepada seluruh menteri. Menteri pun berbahagia melihat tingkah laku sang raja muda dan mereka langsung bergegas pergi menemui kerajaan lain yang memiliki putri muda.

Sang menteri dengan berbekal simbol cinta dari sang Raja muda datang ke suatu kerajaan didampingi beberapa prajuritnya. Ketika mereka tiba, seluruh prajurit di istana pun mengerti akan simbol tersebut dan mereka mulai memberi jalan untuk sang menteri agar mereka langsung menghadap sang Ratu.

Ketika sampai dihadapan Ratu, maka getaran-getaran sayap sang menteri pun bisa dimengerti Sang Ratu dan akhirnya Sang Ratu menerima pinangan Raja muda. Setelah disepakati hari dan tanggalnya, konon juga katanya lebah dapat mengetahui hari baik dan jam yang tepat untuk melangsungkan pernikahan dengan menyelami kondisi cuaca beberapa hari terakhir.

Jam yang baik itu adalah jam 9 pagi saat angin bertiup sedang dan sinar Matahari tidak terlalu menyengat panas. Sang Raja pun pergi ke tempat yang telah ditentukan dengan dikawal menteri dan ribuan prajuritnya. Begitu pun sang Ratu, Sang Ratu berangkat menuju tempat tersebut dengan kawalan para menteri dan ribuan prajuritnya.

Ketika sampai di tempat tersebut, Sang Raja bersama rombongan melakukan tarian pernikahan melalui getaran-getaran sayapnya dan juga Sang Ratu. Kedua tarian tersebut menyatu membentuk tarian baru dan menandakan bahwa Sang Raja dan Ratu resmi menikah. Sang Ratu pun beserta rombongan tinggal di negara Sang Raja muda dan meninggalkan negara mereka.


Begitulah Sekelumit tentang Sayap Lebah sebagai bagian penting dari sebuah komunikasi mereka. Sungguh dahsyat dan begitu banyak pelajaran yang bisa kita ambil. Mudah-mudahan kita semua sedikit banyak bisa mendapat hikmah dari salah satu sisi hewan teristimewa ciptaan-Nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar