Kamis, 01 Agustus 2013

Hilangnya Budaya Rasa Malu

Melihat salah satu tayangan Televisi hari selasa malam kemarin, Tayangan Indonesia Lawyers Club di TVOne memang sangat menarik untuk disimak. Menariknya, isu yang diangkat oleh Karni Ilyas masih hangat di telinga kita, yaitu berita heboh “Napi VVIP: Gembong Narkoba.”

Tema yang diangkat memang menceritakan sepak terjang para gembong narkoba termasuk Freddy Budiman, yang masih bisa mengendalikan bisnis barang haram bernilai miliaran rupiah tersebut di balik jeruji besi padahal dia sudah tertangkap dan divonis hukuman mati.

Pembicaraan pun berlangsung seru, dengan menghadirkan sakah satu wanita cantik dan juga model sebagai pembicara. Siapa dia, dia adalah teman dekat sekaligus kekasih Freddy Budiman. Berita sebelumnya, Vanny Rosyane mengakui kedekatannya dengan Gembong Narkoba ini setelah kicauan di akun twitter-nya.

Dia mengakui sering berkunjung ke tempat Freddy ketika masih di tahan di Lapas Cipinang, Jakpus. Dia mengakui dia sering ny*bu dan berhubungan i*tim dengan Freddy.

Memang rasa malu Vanny ini sudah hilang. Coba anda bayangkan dia sangat percaya diri mengakui hal tersebut lewat kicauannya di twitter dan bahkan dia sempat secara terang-terangan mengakui di hadapan pers.

Kali ini, di layar televisi, rasa malu Vanny sudah ke laut, dia mengakui bahwa ia sudah pakai Narkoba sejak masih SMP secara terang-terangan, sambil berkata kepada pihak BNN, “Jangan ditangkap ya, Pak!.” Ia juga tak malu mengatakan  kalau ia dan Freddy suka nya*bu dan bercinta di ruangan Lapas Cipinang. Dia menuturkan “Di ruangan berdua, namanya nyabu, kan bawaannya cinta.”

Pengakuan Vanny di tayangan tersebut sangat percaya diri dan sudah tidak ada urat malu. Memang sih dengan duit 15-20 juta rupiah yang ia terima sekali berkunjung ke Freddy cewek matre yang enggak punya rasa malu  kaya Vanny pasti mau.

Kalau semua orang sudah tidak punya rasa malu, kayaknya seru yah kalau di Indonesia semua orang enggak usah pakai baju sekalian.

Bagaimana pandangan Islam dalam menyikapi hilangnya rasa malu dalam diri manusia. Apalagi mereka terang-terangan membicarakan hal yang memalukan maka dalam suatu hadis riwayat Ibnu Majah telah dijelaskan bahwa:

“Sesungguhnya Allah tatkala hendak membinasakan seorang hamba, Allah mencabut rasa malu darinya. Ketika Allah telah mencabut rasa malu darinya, orang itu tidak akan mendapati dirinya kecuali dia dibenci dan membenci orang lain. Ketika tidak mendapati dirinya kecuali dibenci dan membenci orang lain akan dicabut amanah (kepercayaan) darinya. Ketika amanah telah dicabut darinya dia tidak mendapati dirinya kecuali dia berkhianat dan dikhianati oleh orang lain. Ketika tidak mendapati dirinya kecuali dia berkhianat dan dikhianati, akan dicabut darinya rahmat. Ketika telah dicabut rahmat darinya,  tidak mendapati dirinya kecuali dia dikutuk dan dilaknat. Ketika tidak mendapati dirinya kecuali dia dikutuk dan dilaknat, maka akan dicabut darinya tali agama Islam.” (HR. Ibnu Majah)

Tidak ada manusia yang sempurna di muka bumi ini kecuali Nabi besar kita Muhammad Saw yang sudah di mahsyum. Uang menghalakan segala cara, uang mengalahkan segalanya bahkan rasa malu pun bisa hilang hanya dengan uang.

Kehormatan, harga diri, dan kejujuran pun bisa dibeli dengan uang. Itulah ciri orang yang kadar keimanannya sangat rendah. Dan bagi orang yang sudah hilang rasa malu dengan percaya diri dan bangga mengungkapkan aibnya di depan umum, bagi mereka adalah dosa besar di sis Tuhan dan Tuhan mencabut keimanan mereka sesuai dengan sabda Nabi: “Malu dan Iman adalah satu pasang, jika hilang salah satunya, maka yang lainnya juga hilang.”

Tanpa rasa malu, keimanan seseorang akan mudah goyang dan tergerus oleh waktu dan kemudian hilang secara perlahan-lahan dari diri kita.

Mudah-mudahan kita semua masih punya rasa malu untuk bertindak, rasa malu untuk mendahulukan hawa nafsu, dan rasa malu untuk menyampaikan aib sendiri dan bahkan aib orang lain.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar