Selasa, 20 Agustus 2013

Kisah Sang Dokter Tanaman

Orang baik itu adalah orang yang suka berbuat baik dengan sesama mahluk ciptaan Tuhan. Tidak saja manusia, kita pun harus berbuat baik kepada mahluk hidup selain manusia. Alangkah indahnya bila kita menyatu dengan alam lingkungan sekitar kita. Kita pun akan merasakan sesuatu, sesuatu kenyamanan, kesejukan, dan ketentraman hati dan jiwa jika kita mau berbuat baik terhadap mahluk ciptaan Tuhan.

Perasaan ini pernah dialami oleh adik saya, Mubqi Ghaida Majid (Dokter Tanaman), kecintaannya dengan alam lingkungan sekitar, membuat dia diterima bekerja di salah satu BUMN bidang pertanian dan perhutanan, yakni PTPN VIII regional JABAR BANTEN dari tahun 2012. Kebetulan sekarang ini dia ditempatkan di perkebunan Cipelah, Cianjur, Jawa Barat.

Apa sih yang membuat dia sangat mencintai alam? Mungkin inilah awal mula ceritanya:


Ketika masih duduk di Bangku SMA, tepatnya SMA PUQ Almarwah, kebetulan rumahnya enggak jauh dari sekolah. Dia selalu berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki. Setiap pagi, yang dilaluinya adalah jalan setapak di pinggir sungai Cisangkuy yang dihiiasi oleh rerumputan liar dan tanaman-tanaman seperti singkong, pohon pepaya, pohon bambu, dll.

Melihat keindahan alam di sekitarnya memang miris dengan kondisi sungai yang kotor dan terkadang mengeluarkan bau tak sedap akibat air sungai yang sudah tercemar limbah pabrik dan limbah rumah tangga. Namun, semua itu masih terobati dengan hijau dan sejuknya rerumputan dan pepohonan di pagi hari yang menitikkan tetesan embun. Mereka seperti memberikan sesuatu pesan kepadanya untuk terus semangat belajar demi menyongsong hari esok yang lebih baik.

Air sungai yang tidak lagi bersahabat pun seakan terobati oleh indahnya pancaran sinar Matahari pagi yang perlahan-lahan mengikuti langkah kakinya yang tegap dan penuh semangat untuk pergi ke sekolah. Rerumputan liar sedikit bergoyang oleh tiupan angin yang berhembus sedang di pagi itu, mereka seakan-akan melambaikan tangan kepadanya dan mengucapkan “wahai temanku, jadilah orang yang berbakti kepada kedua orang tua dan belajarlah yang rajin agar kelak menjadi anak yang berguna.”

Setiap hari, enam hari dalam seminggu, jalan setapak itu dia lalui sampai dia lulus SMA. Sesekali, dia pun terkadang berhenti sejenak untuk merenung di pinggir sungai dan duduk di samping rerumputan. 

Dia terkadang suka dicemooh teman lainnya ketika lewat dihadapannya. Bagaimana tidak dicemooh, teman-teman SMA lainnya suka memergoki dia berbicara sendiri. Mereka menganggap dia sedikit kurang waras, namun, cemoohan dan ejekan temannya dia sambut dengan canda tawa hangat dan senyuman lebar, sehingga teman-temannya pun tidak pernah mempermasalahkan hal tersebut. Dia memiliki banyak teman dekat karena pergaulannya yang cukup baik dan tidak pernah menyakiti orang lain.

Kenapa dia suka berbicara sendiri? Setelah dia bercerita kepada saya, dia suka berbicara sendiri bukan karena dia kurang waras. Dia berbicara kepada alam, dia berbicara kepada rerumputan, air sungai, pepohonan yang ada disekelilingnya. Dia mencoba berdialog meskipun menurut kita mana mungkin mereka mengerti.

Namun, dia tetap berbicara meskipun rerumputan diam membisu, dia berbicara kepada pepohonan meskipun tidak ada jawaban. Akan tetapi, dia yakin kalau mahluk hidup selain manusia itu kalau kita ajak dialog, mereka pasti akan mengerti apa maksud pembicaraan kita. Mereka pun akan menjawab bukan dengan kata-kata melainkan dengan suatu isyarat yang bisa membuat kita mengerti apa maksud perkataan mereka.

Kebiasaannya tersebut, menjadikan dia seorang pribadi yang shaleh, baik hati, jujur, dan punya prinsip. Kebiasaannya itu, membuat dia seakan-akan menyatu dengan alam sekitar, dia menjadi sedikit tahu tingkah laku dan karakter alam melalui proses perenungan- perenungan yang dia alami ketika masih duduk di bangku SMA.

Pernah suatu hari ketika dia berjalan di pinggir sungai mau berangkat menuju sekolah, ada temannya yang berjalan seenaknya. Dia berjalan tidak pada jalur yang seharusnya, alhasil rumput yang ada dipinggiran pun dia terinjak-injak, tanaman bunga liar yang masih kecil pun terinjak-injak oleh kakinya yang besar.

Dia pun berhenti sejenak melihat keadaan tersebut, rumput yang tadinya hijau seperti menguning perlahan-lahan menandakan mereka mati. Tanaman bunga liar pun menjadi kuning dan bunga-bunganya berserakan terlempar kesana-sini. Ulah temannya yang tidak tahu cara menghormati sesama mahluk hidup memang tidak bisa disalahkan. Dia pun terkadang berbicara dan meminta maaf kepada rerumputan agar mereka mau memaafkan kekhilapan temannya.

Apakah kita tahu kalau mahluk hidup lain pun bisa berbicara dengan Tuhan? Semua mahluk hidup diciptakan Tuhan, mereka akan berdialog dengan Tuhan melalui gaya bahasa atau isyarat-isyarat yang berbeda-beda. Mereka pun suka mendoakan mahluk hidup lain yang berbuat baik kepadanya.

Menurutnya, kalau kita suka menyirami tanaman, mereka akan bersujud menghormati kita dan mendoakan kebaikan untuk kita. Akan tetapi, kalau kita tidak berhati-hati, ketika kita menginjak-nginjak atau mencabut tanaman rerumputan tanpa disadari, mereka pun akan mengumpat kita dan mendoakan keburukan buat kita, Naudzubillahimindzalik.. Kalau kita tidak sadar dan lupa diri, alangkah baiknya setiap hari dalam shalat lima waktu kita berdoa dan minta ampun atas segala perbuatan baik yang disengaja maupun tidak.

Sperti itulah kehidupan, kalau kita menyadari, terdapat puluhan bahkan ratusan mahluk hidup yang ada di sekitar kita. Mereka akan selalu menghiasi perjalanan hidup kita dan bahkan mereka akan menjadi saksi hidup kita di hari kiamat nanti. Kalau kita mau mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat maka sudah saatnya kita harus mau berbuat baik terhadap sesama manusia dan semua mahluk hidup yang ada di sekitar kita.


Itulah sedikit pelajaran yang mungkin bisa diambil dari salah satu adik saya yang sangat menghormati mahluk hidup ciptaan Tuhan. Mudah-mudahan cerita ini bisa menggugah pikiran dan hati anda untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi di masa datang agar Bumi tempat kita berpijak ini selalu diberkahi berbagai curahan kebaikan dari Tuhan. Amiin..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar