Senin, 05 Agustus 2013

Ringkasan Buku Azyumardi Azra

Secara geografis, kepulauan Nusantara  dan Jazirah Arab, tempat diturunkannya risalah Allah kepada penutup para nabi dan rasul, Muhammad SAW  tidaklah berdekatan. Namun,  Indonesia dikenal sebagai Negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.


Tersiarnya ajaran Islam di Indonesia yang—menurut beberapa penelitian sejarah terjadi sejak masa-masa awal kehadiran Islam—dimungkinkan dengan adanya jalur perdagangan antara kepulauan nusantara dengan Jazirah Arab.

Catatan-catatan  penting dari buku Jaringan Ulama Nusantara timur tengah abad 17-18 M.

1.       Bahwa Islam yang diamalkan oleh penduduk Indonesia itu bersumber dari tempat lahirnya Islam itu sendiri yaitu tanah suci Mekkah dan madinah melalui jaringan-jaringan ulam yang tercipta antara ulama tanah suci Mekkah dengan Ulama-ulama Nusantara. Meski di beberapa tempat di Nusantara, sementara kalangan mengamalkan ajaran yang diwahyukan kepada Rosulullah itu dipengaruhi  ajaran-ajaran lokal yang sebagian bisa dikategorikan sebagai heterodoks (Bidah).

2.       Tokoh yang menyebarkan Islam Di Nusantara adalah orang-orang yang memang berprofesi sebagai mubaligh atau dai. Namun, karena memang ajaran islam yang menuntut umatnya untuk menyampaikan kebenaran walaupun satu ayat maka tidak aneh jika para pedagang yang memang bukan berprofesi mubaigh juga sama mereka terpanggil untuk menyiarkan ajaran yang diwahyukan kepada Rosulullah 15 abad yang lalu.

3.       Ciri khas dari jaringan ulama ini adalah harmonisasi atau mendamaikan ajaran tasawuf filosofis spekulatif dengan ajaran syariat.

4.       Beberapa tokoh penting dalam jaringan ulama abad 17-18 ini adalah Syamsudin Alsamatrani (dari Sumatera), Yusuf Almakassari (Dari makasar), Nurudin Alraniri (Nama tempat Randir di India).
5.       Ajaran mereka adalah tasawuf yang diamalkan tidak lagi anti dunia. Tapi secara aktif dan proaktif terlibat dengan berbagai kehidupan social, ekonomi, politik bahkan kemasyarakatan. Contohnya Almakassari yang membantu Sultan Ageung Tirtayasa dari Banten dalam membantu perjuangan melawan penjajahan Belanda.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar