Jumat, 02 Agustus 2013

Satu Sikap Untuk Kemajuan Indonesia

"Orang pesimis melihat kesulitan di setiap kesempatan. Orang optimis melihat kesempatan di setiap kesulitan." - Winston Churchill

Mendengar kata pesimis memang identik dengan pemahaman manusia yang dangkal. Pengetahuan yang kurang dan akal pikiran yang sempit. Kalau anda melihat suatu masalah dengan sepintas saja, mungkin semua orang yang akal pikirannya sempit akan menjadi pesimis dengan masalah tersebut.

Contohnya, jika kita melihat ada satu kesempatan yang baik seperti perlombaan menulis atau sayembara menulis yang memang menggiurkan karena hadiahnya cukup lumayan loh, bisa membeli satu unit sepeda motor dengan tunai tanpa kredit. Anda tertarik? Ikutan aja sayembara penulisan Puskurbuk yang total hadiahnya satu miliar rupiah.

Nah, kalau panda mampu menulis ini adalah kesempatan yang bagus buat anda. Jangan dulu dijejali dengan berbagai pikiran pesimis seperti wah enggak mungkin bisa menang karena diluar sana masih banyak yang jago menulis, eits itu adalah pikiran pesimis anda.

Klau anda tidak mampu, cari berbagai sumber di dunia internet mengenai contoh-contoh tulisan lalu modifikasi oleh anda. Sebuah kesempatan hanya akan berlalu begitu saja, tapi kalau kita berusaha fokus dan mencurahkan segala pikiran dan kemampuan, insyaallah Tuhan memberi jalan buat kita.

Sulit memang sangat sulit untuk menggapai mimpi menjadi sebuah kesuksesan yang nyata. Semuanya butuh perjuangan dan tentunya butuh sikap optimistik. Optimis adalah suatu semangat untuk maju, untuk hidup lebih baik, dan untuk menggapai sebuah kesuksesan.

Ribuan bahkan jutaan orang telah sukses dan keluar sebagai pemenang dalam kehidupan ini karena satu sikap yang selalu mereka tanamkan dalam rutinitas kehidupannya, yakni sikap optimis.

Sikap kepedulian sosial, sikap kedermawanan, sikap kesederhanaan, sikap memuji sesama terhadap tingkah laku yang baik, sikap sosial dan budaya akan tertanam utuh dalam sebuah kehidupan berbangsa dan bernegara karena dilandasi oleh sikap optimis dari semua lapisan masyarakatnya.

Sikap optimis akan menentukan nasib dan cita-cita seorang manusia, suatu bangsa, dan suatu peradaban. Satu orang saja memiliki sikap optimis akan berdampak kepada ribuan bahkan jutaan masyarakat sekitarnya untuk bersikap sama seperti dia.

Sikap optimis harus terus dibangun dan diwujudkan dalam berbagai kehidupan sehari-hari agar bangsa ini menjadi maju dan makmur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar