Kamis, 28 November 2013

Aksi Penelantaran Pasien

Ada yang aneh dengan keadaan di rumah sakit hari ini, mungkin hampir di semua tempat  terjadi aksi penelantaran pasien. Setiap hari pasti banyak yang berobat ke rumah sakit atau ke dokter. Tapi hari ini diberitakan bahwa ribuan pasien mengalami penelantaran perawatan.

Ada seorang kakek yang sakit jantung dan membutuhkan perawatan sesegera mungkin tidak dilayani karena Dokternya sedang unjuk rasa. Ada juga wanita hamil ingin melahirkan, tidak bisa tertangani langsung karena dokternya sedang unjuk rasa.

Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa hampir di semua tempat rumah sakit terutama di Jakarta dokter pada menghilang dari peredaran? Apakah mereka telat di berikan gaji oleh pemerintah atau rumah sakit setempat. Atau jangan-jangan para dokter lagi demo masak.

Demo-nya si iyah, tapi kalau demo masak enggak mungkin deh, entar para dokter dikirain Koki atau Chef hotel dan restoran. Katanya nih, para dokter sedang demonstrasi besar-besaran di Jakarta. Mereka menuntut kepada mereka supaya salah satu teman se profesi dokter yang ditahan kepolisian karena diduga melakukan malapraktik dr. Hendry Simanjuntak, dr Ayu, dan dr. Hendi Siagian agar dibebaskan.

Aksi demo ribuan dokter ini merupakan aksi solidaritas antar rekan seprofesi dokter. Mereka bukan lagi demo masak, bukan demo turunkan harga BBM, atau pun juga demo kudeta Presiden Indonesia. Mereka berdemo karena murni sebagai aksi solidaritas sesama dokter, mereka ingin agar salah satu kawannya yang ditahan segera dibebaskan dan tuduhan malapraktik itu tidak benar.

Lalu Etiskah dokter berunjuk rasa mementingkan satu orang temannya sedangkan saat itu banyak bahkan mungkin ribuan pasien sedang menunggu penanganan medis secara cepat? Apakah mereka tidak bisa kalau demonya tidak serempak, dijadwal, agar di rumah sakit tersebut masih ada dokter yang giliran berjaga.

Nah kalau semua dokternya lagi demo! Ribuan pasien akan terlantar, puluhan jiwa pasti melayang karena telat penanganan medis, dan Pengobatan alternatif menjadi ramai pengunjung pasien.

Urusan mana yang lebih penting, harus ada skala prioritas. Para dokter mungkin lebih pintar dari gue, dia memiliki niat bersih, tulus, dan lebih peka. Menyelamatkan pasien yang sedang diambang kematian adalah lebih mulia daripada harus turun ke jalan semua demi solidaritas yang notabene dokter yang ditahan tersebut masih waras, sehat, dan bugar.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar