Jumat, 29 November 2013

Andai Mobil Bicara

Gue salut ma Indonesia, di negara kita tuh ternyata gudangnya mobil loh, kroscek aja seharian anda cobain nongkrong di Jl. Dago. Pastinya elo bakal lihat banyak mobil mewah tiap menit lewat, dari mulai mobil ecek-ecek nih sampai mobil elegan yang harganya miliaran rupiah pasti lewat.


Tapi sekarang enggak di Jalan-jalan tertentu juga sih, hampir di setiap jalan di kota Bandung sudah banyak berseliweran mobil super Luxurious.



Bandung tuh banyak orang kaya dan memiliki kendaraan super mewah seperti yah kaya Ferari, Lamborghini, Toyota Camry, lexus, dan masih banyak lagi. Ngiler enggak? Kalau gue sih ngiler juga lihatnya, tapi yah ngilernya sengaja gue telan-dalem-dalem. Ngapain mikirin mobil mewah kalau hdiup gue masih mikirin perut.

Tapi, yah gue salut deh ma mereka yang bermobil, siapa tahu gue bisa nyusul mereka dikemudian hari, amiin. Tapi kalau mereka yang bermobil mewah itu karena hasil korupsi, gue enggak bangga deh.

Kayak salah satu kasus suap mantan ketua MK, Akil muhtar yang mencatatkan rekor penyitaan mobil mewah terbanyak dari sejumlah kasus korupsi yang selama ini terkuak. Gile bener tuh Akil, delapan mobil mewah sudah disita KPK, dan berikutnya masih dalam proses penyitaan sebanyak kurang lebih 30 mobil. Rekor fantastis untuk seorang koruptor.

Belum mobil-mobil mewah lainnya milik Akil yang konon katanya masih diluar wilayah kota Jakarta nih.
Rumah mewah banyak, mobilnya pun juga banyak, gile bener tuh koruptor. Pantas saja Bandung macet karena banyak mobil yang diperoleh dari hasil cuci uang. Pantas saja Jakarta macet, karena banyak koruptor ulung yang memiliki banyak mobil super mewah.

Satu kasus korupsi bisa menyengsarakan rakyat satu kecamatan bahkan satu provinsi. Kalau ribuan koruptor nih, wah negara bisa hancur dan rakyatnya memble. Memble karena mereka banyak yang miskin, memble karena jangankan berfikir kreatif, mikirin perut buat sehari aja susah.

Seandainya mobil bisa mendengar dan bisa bicara, kayanya mobil juga enggak akan rela kalau mereka dibeli pakai uang rakyat. Mending dibakar masyarakat yang demo daripada dipakai buat ngomongin soal suap, tipu menipu, dan penggelapan uang proyek.

Gue punya mimpi, mudah-mudahan ke depan ada mobil bisa bicara, mendengar,  dan anti korupsi. Jadi kalau yang beli mobil ini koruptor, mobil tersebut bisa meledak ketika dikendarai koruptor. Tujuannya biar Presiden, KPK, dan Polisi enggak repot ngurusin koruptor. Biar masyarakat enggak perlu repot-repot mengarak koruptor keliling kampung biar hemat bensin. Dan satu lagi biar Nusakambangan enggak penuh sama tahanan koruptor.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar