Jumat, 01 November 2013

Permata Diantara Butiran Debu

gambar k3
Betapa masih banyak masyarakat kita yang masih minim kesehatan. Minimnya pelayanan kesehatan tidak saja diakibatkan karena kurangnya Sumber Daya Manusia. Yang menarik di Indonesia, minimnya pelayanan kesehatan Justru karena terhambatnya akses kesehatan ke pelosok desa akibat terbentur hukum adat.

Contohnya seperti suku Baduy di Banten yang masih minim pelayanan kesehatan karena hukum adat. Baduy melarang warganya untuk bepergian naik mobil atau sepeda motor, mereka harus berjalan kaki jika ingin bepergian jauh. Makanya tak heran jika suku Baduy kuat berjalan lima sampai empat jam dan bahkan ada yang bisa seharian penuh berjalan kaki untuk bercocok tanam, menukar perniagaan mereka, dan atau kegiatan lainnya.


Hukum adat Baduy juga melarang warganya untuk menggunakai listrik, biasanya kalau malam hari mereka menggunakan kapas dan minyak kelapa sebagai penerang malam hari.

Hukum adat suku Baduy dalam memang masih sangat kuat dan berpengaruh penting dalam setiap aktivitas warganya. Lain halnya dengan Suku Baduy Luar, hukum adat sudah berkurang pengaruhnya karena suku Baduy luar sudah mulai membuka diri.

Pengalaman menarik dan unik sekaligus penuh perjuangan dialami salah seorang Ibu Bidan yang sangat mulia. Namanya Ibu Rosita, beliau sudah puluhan tahun ditempatkan di daerah Baduy, perjalanan pulang pergi dengan jalan kaki selama 4 sampai lima jam pun dia lalui dengan penuh semangat dan ikhlas agar masyarakat suku Baduy dapat merasakan pelayanan kesehatan.

Seringkali dia pun bercerita lewat wawancara dengan kompas Tv mengalami kendala dalam pelayanan kesehatan yang pada umumnya terhambat oleh aturan Hukum Adat. Memang dalam segi apapun termasuk pelayanan kesehatan Indonesia sangat unik. Tujuan pemerintah yang notabene ingin pemerataan kesejahteraan dan kesehatan malah terbentur dengan hukum adat.

Tapi memang itulah suku Baduy, adat dan budaya mereka perlu dilestarikan dengan ragam budayanya Sebagai salah satu corak dan ciri khusus keberagaman masyarakat Indonesia.

Pengalaman Ibu Bidan Rosita patut dijadikan contoh teladan, beliau adalah permata diantara butiran-butiran debu yang mau mendedikasikan dirinya untuk bangsa dan rakyat. Dari tahun 94 di Kabupaten Pandeglang tahun 97 pindah ke kabupaten lebak sampai sekarang, beliau adalah mutiara langka yang patut kita teladani

Tidak ada komentar:

Posting Komentar