Rabu, 27 November 2013

Puisi Galau Tingkat Presiden

Puisi pun tidak hanya datang dari seorang pujangga atau pun seniman, puisi bisa datang dari siapa saja yang merasa hatinya sedang dilanda kegalauan jiwa. Puisi bisa datang jika seseorang mengalami keputusasaan dalam cinta dan kehidupan. Puisi galau adalah sebuah puisi penyesalan, pengaharapan, puisi kesepian, dan puisi pengobat hati dan jiwa dikala gundah gulana.


Berikut ini adalah beberapa kata-kata galau atau puisi galau yang saya rangkum dari berbagai sms yang datang lewat handphone saya. Entah itu sms dari pejabat, presiden, atau pun rakyat jelata. Orang bijak taat membalas sms meskpun itu terasa pahit di lidah, tapi kejujuran lebih indah dari sebuah melodi musik ceria ataupun melodi musik galau. Berikut ini beberapa puisi galau tingkat presiden, sudah bukan tingkat provinsi lagi, simak deh:

“Sepi lebih berarti dari Keriuhan, Fleksibel lebih berarti dari Lunak, Bijak lebih berarti daripada kekerasan”

“Indahnya Jakarta tak seindah Bandungku, Megahnya Jakarta tak semegah Paris Van Java, Panasnya Jakarta tetap kalah oleh sejuknya Kota Kelahiranku.”

“Hidup punya Dream, Oh Jakarta, gedungmu yang menjulang tinggi. Jalan Rayamu yang berbanjar empat. Dream kita harus seluarbiasanya Jakarta.”

“Dosa ini dosa berdua, tapi mengapa kau tanggung sepinya sendiri. Bisakah sepimu sepiku jua, rinduku rindumu jua.”

“Ucapanmu Sejuk bak perawan Desa yang mandi air pancuran dikelilingi dedaunan di alam sepi dan sejuk.”

“Bisakah waktu menyatukan kita bertiga, saling menerima dengan ikhlas masing-masing pihak, tanpa harus mengorbankan cinta kedua, dan cinta anak-anaku tercinta.”

“Menunggu itu menyakitkan, kutelan saja pahitnya rasa ini.”

“Lusiana.. Kau bagai Camelianya Ebiet G Ade.”

“Anakmu anaku jua, aku enggak akan meninggalkan dirimu dengan anaku, selama aku masih bisa bernafas di dalam karung.”

“Bila rasaku ini rasamu, kuingin Kerispatih menjadi saksi bersatunya cinta segitiga ini”

“Ketika cinta tak lagi direstui, ku mau laut menjadi saksi bisu kematianku.”

“Mengapa cinta lama bersemi kembali, sedih ku telan luka hati ini, walau kau jauh di sisiku ini, ku tetap setia pada Cinta pertama.”

“Apapun adanya dirimu, aku akan tetap setia pada selingkuhanku.”



Tidak ada komentar:

Posting Komentar