Sabtu, 30 November 2013

Puisi Harapan Sang Duda

Galau jadi janda? Sabar saja, telan saja semua siksaan dan kesakitan semua perasaan galau yang ada di hatimu. Kalau anda janda kembang, santai saja karena kalau anda berubah jadi kupu-kupu, maka anda akan menjadi kupu-kupu yang cantik dan indah. Jadi janda kembang enggak usah khawatir, siapa tahu ada harapan seorang duda mendekati dan meminang langsung dirimu.


Kalau jandanya janda tulen, enggak perlu khawatir, berarti anda tipe seorang  janda yang setia menunggu sang duda. Janda apapun anda, suatu saat pasti akan hadir seorang kekasih tercinta yang akan menemani dan menyelamimu lebih dalam.

Apapun adanya dirimu, kau tetaplah janda kembang yang begitu menggoda, janda kembang yang selalu menggetarkan hati dan perasaan duda, dan kau adalah janda kembang yang tak kunjung padam selalu terngiang dibenakku.

Tidur ku tak lelap, mimpi ku tak enak, selalu mimpi buruk. Mimpiku teringat wjah seorang janda, janda kembang yang lagi dikejar-kejar binatang buas. Sangat buas sekali sampai ku tak tahu namanya apa? Kalu enggak salah sih wajah kera tapi berbulu harimau, jagi enggak tahu, apakah peranakan kera atau harimau.

Oh jandaku, kumau kau kan menerimaku, ku mau kau melihat wajahku sejenak dan membisikan kata kepadaku bahwa kau akan menungguku ditepian sawah Pak. Haji Muhidin. Ku mau kau membisikan suara sendu dan mendayumu bahwa kau akan menungguku diujung Jl. Matraman. Ku mau kau membisikan suara lembut dan syahdumu ke telingaku bahwa engkau ingin bermesraan berdua di Saung Angklung Ujo.

Yaa illahi robbi, satukan kami, satukan kegalauan kami, seorang janda dan seorang duda di satu pertemuan yang indah sesuai skenarioMu. Yaa Illahi Robbi.. Jadikan kami berdua seorang janda dan seorang duda yang bersatu di suatu bahtera kasih dan cinta abadi sampai akhir hayatku menjemput kita berdua.

Puisimu adalah puisiku juga, nyanyianmu adalah nyanyianmu juga. Dengarlah wahai jandaku ku kan berimu sebuah puisi keagungan seorang janda. Sebuah puisi harapan sang duda kepada seorang janda kembang yang telah lapuk di makan usia.

Kisah Seorang Janda


Inilah kisah seorang Janda
Yang menangis sendiri saja
Sendiri sepi di kamar sunyi
Menunggu kekasihnya datang

Kekasih hati telah meninggalkan dirinya
Setelah mengecap semua kehormatannya
Ibunya tak merestui Ayahnya pun membenci
Harapannya kini telah tiada

Oh Tuhan....
Berikanlah jalan
Satukan Kami
Satukan Anak kami

Harapan Sang Duda

Betapa bergetar perasaan hati
Di saat ini
Ku kan menyuntingmu
Ku akan kembali mendampingimu

Sungguh kau seorang  janda
Yang dapat aku percaya
Sekian lama kutinggal pergi
Kini kau datang kembali

Dan kau menepati janjji
Cinta sehidup semati
Yaa Illahii.. Satukan Kami
Yaa Illahii.. Satukan anak kami
Dalam pertemuan yang bahagia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar