Kamis, 28 November 2013

Puisi Seorang Programer

Menjadi seorang Programer? Pasti yang ada di benak gue dia itu Pintar membuat Game, buat Antivirus, buat portal, buat komputer, dan buat Robot. Iyah lo, kan Robot bisa patuh dan bisa ngelakuin apa saja tergantung dari racikan algoritma, dicampur dengan bumbu visual basiic, dipadukan dengan bahan baku Java Script, dan berbagai program tempur programer lainnya. Jadilah sebuah Robot yang diimpikan oleh seorang anak manusia.




Menurut pandangan gue yang dangkal tentang program, jujur karena gue S 1 nya bukan informatika, malah beda jalur. Menjadi seorang Programer handal dan ditakuti masyarakat di dunia maya memang enggak perlu modal gede. Enggak perlu bayar pengacara handal, dan enggak perlu pakai pialang saham. Cukup rusak tuh database intelejen pemerintah, sudah deh pasti langsung terkenal dan masuk bui untuk sementara waktu.

Seorang Programer adalah orang yang bisa mengendalikan komputer entah itu dari jarak jauh atau pun dekat. Kaya mesin Tank Baja yang siap menghantam dan membumihangsukan sebuah pulau atau kota. Seorang Programer biasanya maniak Game, game online, atau pun game yang klasik seperti AOE2.

Dan biasanya seorang Programer kesenangannya nyeleneh alias beda dari manusia normal pada umumnya, jadi yang normal itu manusianya atau komputernya?

Seorang Programer dalam hidupnya jarang merasakan yang namanya jatuh cinta, karena mereka terlalu lama berkutat dengan benda mati, benda hidup pun yang lewat dan mau cari perhatian dia cuekin deh.

Seorang programer memang perlu pengorbanan, entah itu Cinta, duit, waktu, dan tenaga. Kalau enggak percaya tanya saja sam programer yang ada di sampingmu. Seorang programer biasanya badannya kurus karena suka bergadang, makan aja pasti susah, yang dia pikirin di otaknya tuh cuman angka-angka dan huruf-huruf serta rumus-rumus aneh.

Dan kalau seorang programer sudah mengalami Stress atau pusing kepala, biasanya suka berpuisi, seperti puisi seorang programer muda berbakat, enerjik, dan mantan supir angkot nih, simak aja deh puisinya:

Bingung dengan ALGORITMA Hidup,
Hati ini selalu LOOPING ke seseorang,
MEMORIku tentang dirimu sudah OVERLOAD dan hampir CRASH...  Dedi Kurniawan

Makanya jangan gunakan teori Multitasking tapi gunakan Multiprograming yang disempurnakan dengan metode Artificial Intelligent tapi harus sesuai EYD. Insyaallah dijamin deadlock, tpi gak apa2 yang penting gak memasuki jalur bottleneck... Komentar Ade defuture

Gravitasi tidak bertanggung-jawab atas orang yang jatuh cinta....
Eta oge ceuk Aki urang Albert Einstein......... Dedi Kurniawan

Tapi dipengaruhi oleh sifat adhesive suatu benda,, ngan etamah cenah ceuk Aristoteles (Mereeun eta oge.. komentar Ade defuture)

2 komentar: