Kamis, 05 Desember 2013

Persulit Pencairan Bantuan Pendidikan

Para pejabat pemerintah di daerah memang lebih kejam dari Singa Gurun. Mereka sengaja memperlambat berbagai bantuan pemerintah pusat untuk program pengembangan pendidikan seperti bantuan kelas baru, bantuan gedung perpustakaan, bantuan sertifikasi, dll. Saya yakin, bantuan dari pusat itu sudah diterima di daerah, tapi kenapa selalu saja pihak-pihak pejabat pemerintah mempersulit keadaan.

Sudah bosan mendengar kalau guru honorer dan rakyat dibohongi, uang yang seharusnya milik mereka ditimbun, disunat, dan dipersulit pencairannya. Dimanakah tugas utama pejabat negara yang seharusnya melayani dengan setulus hati karena mereka telah digaji dan diberi tunjangan oleh negara dan mengayomi masyarakat.



Adakah PNS kita yang jujur? Jaman sekarang gue enggak percaya sama manusia, gue cuman percaya sama monyet. Berbagai alasan yang klise dan enggak jelas mereka utarakan untuk mempersulit pencairan dana yang seharusnya sudah cair di awal bulan Nopember kemarin.

Pejabat daerah memang bejat dan tak bermoral. Hati nurani seorang guru honorer pun mereka mainkan, tidak ada kata-kata mempermudah urusan dengan hati yang bening, mereka seolah menganggap kita kambing conge yang bodoh dan bisa disumpel pakai kapas.

Kalau dana bantuan dari pusat sudah  masuk ke kas daerah, owh sulitnya minta ampun. Birokrasi kembali menjadi lahan industri money laundring yang empuk buat pejabat-pejabat korup, PNS korup, dan Bendahara Dinas korup.

Saya memang bangga atas keberadaan dan keberhasilan KPK dalam menjaring matahari, menjaring berbagai kasus korupsi pejabat-pejabat daerah yang ketahuan menyunat uang sertifikasi, uang bantuan hibah dari pusat, dan uang suap-menyuap.

Namun, saya lebih bangga lagi kalau para pejabat dan pelayan publik itu di hukum mati, lalu dibagikan organ-organ tubuhnya kepada orang yang membutuhkan. Saya setuju kalau yang korupsi ratusan juta, miliaran, bahkan triliunan rupiah itu di arak keliling kampung dan dilempari batu sampai mati.

Hukum yang tegas sangat diperlukan untuk membuat jera para koruptor agar mereka takut. Hukum yang tegas dan vonis hukuman mati tapi terbuka dan dapat disaksikan masyarakat adalah perlu agar dikemudian hari para pejabat merasa takut akan hukum.

Masyarakat Indonesia gimana mau maju dan kreatif kalau perut mereka tidak dijamin. Mikirin urusan perut pun sangat krusial, bagaimana berfikir kreatif. Mengapa indonesia seperti itu? Karena pemerintah tidak bisa mensejahterakan rakyat miskin karena dananya banyak disunat para Koruptor.

Kasus korupsi yang didaerah pun seperti itu, para pejabat korup memang tidak bisa dibiarkan berkeliaran di muka bumi ini. Mereka harus dibumihanguskan kalau bisa dibakar hidup-hidup dari muka bumi ini. Mereka sangat merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat.

Coba kalau kita bisa berkaca ke negeri Cina, para Koruptor  dihukum gantung dan disaksikan masyarakat. Apa yang terjadi? China sekarang jauh lebih maju, semua produk yang di Indonesia nih semuanya buatan China. Mereka menguasai pasar dunia dan ditakuti Amerika Serikat. Mengapa mereka maju? Karena mereka menerapkan hukuman tegas dan mati buat para koruptor China.

Indonesia bagaimana? Kapan hukuman mati koruptor akan dilaksanakan? Wallohualam bissawab, mungkin nunggu Jokowi jadi Presiden kali..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar