Selasa, 31 Desember 2013

Pujangga Jadi-Jadian

Kalau ditanya apa yang harus kita lakukan dalam hidup? Pasti jawabannya macem-macem dan pertanyaan tersebut bisa ditafsirkan secara berbeda-beda oleh masing-masing manusia bukan kera. Yang satu bisa jawab cari uang, yang satunya lagi bisa jawab berbakti kepada orangtua, yang lain bisa saja menjawab menaklukan puncak everest, dan yang lainnya lagi bisa jawab melamar Sandra Dewi.


Pertanyaan tadi sangat umum dan jawabannya pasti setiap orang berbeda. Akan tetapi, jika pertanyaanya lebih mengerucut a.k.a lebih spesifik lagi seperti apa yang harus kita perjuangkan dalam hidup? Nah jawaban orang lain bukan monyet yah kalau mendapat pertanyaan seperti ini berbeda tapi tak sama.

Yang satu bisa jawab impian dan cita-cita, satunya lagi bisa jawab menunggu Dian Sastro jadi Janda, dan yang lainnya lagi bisa jawab kesuksesan. Berbeda tapi tak sama apa iyah? Intinya tetap sama ko kalau jawabannya semuanya ingin berhasil dan meraih kesuksesan dalam pencapaian sesuatu. Ya jelas masih berbeda dan umum sekali, coba kalau pertanyaannya lebih spesifik lagi.

Misalnya, apa yang harus kita syukuri dalam hidup? Apakah sudah spesifik belum, coba kita urutkan jawabannya,yang satu jawab, diberi kesehatan, panjang umur, keluarga utuh, kekayaan, berhasil menaklukan syahrini atau Juwita Bahar, dan atau kecerdasan spiritual dan emosional.

Pertanyaan yang begitu dahsyat lahir dari seorang pujangga jadi-jadian, enggak tahu apa maksud dari semua tulisan-tulisan ini. Mau apa sebenernya dia? Gue enggak tahu kemana arah dan jalan yang harus ditempuh, lewat Matraman apa lewat Pacet, atau jangan-jangan lewat Cipanas Cianjur. Enggak tahu deh, gue juga bingung dengan maksud dari semua pertanyaan enggak penting dan enggak berkelas kaya Bpk. Mario Teguh The Golden Ways.

Tapi saudara-saudara, pemirsa dan permisi tanah Online yang saya hormati dan cintai di seluruh jagat maya dan hiburan tanah air ini. Saya menghaturkan banyak terimakasih atas kesempatan dalam kesempitannya masing-masing. Terimakasih saya ucapkan karena ada udang dibalik jemuran atau pagar makan udang alias lempar tangan sembunyi kaki. Begitulah maksud dari semua pertanyaan diatas, tidak nyambung kalau enggak disambungkan.

Terputus kalau kita memutuskannya, spesifik kalau kita meyakininya dan umum kalau kita mengumuminya. Jadi inti dari pertanyaan tak bernyawa diatas adalah sebuah kesuksesan berawal dari ucap dan rasa syukur kita terhadap nikmat hidup yang kita nikmati selama ini dan sampai akhir waktu memisahkan semuanya kembali ke haribaan pertiwi.

Kesuksesan berawal dari kesyukuran kita atas semua nikmat Illahi yang telah mengalir jauh dari dasar hati dan jiwa kita selama ini. Bersyukur untuk sebuah keberkahan dan kebahagiaan dalam hidup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar