Selasa, 18 Februari 2014

Shalat Berhadiah Mobil

Hari gini siapa sih yang enggak mau dapat hadiah mobil, apalagi mobilnya mobil mewah dan elegan. Serasa mimpi deh kalau kita dapat hadiah mobil mewah seperti Mercy, Toyota Camry, atau Mobil sekelas Ferari.

Gue pingin donk hadiah mobil, begitu juga kamu kan, pasti deh mau kalau dikasih hadiah mobil secara gratis dan Cuma-Cuma tanpa harus nabung puluhan tahun, bela-belain enggak makan nasi dan lauk-pauk selama puluhan tahun hanya untuk mendapatkan sebuah mobil seken.


Emang ada kejutan atau undian apalagi nih dari dunia perbintangan dan periklanan? Ini cukup unik dan menarik loh, tidak ada perbuatan baik atau buruk karena niat seorang pemimpin itu sudah pasti memiliki niat yang baik untuk kemajuan rakyatnya.

Kejutan terbaru dari Wali Kota Bengkulu,  Helmi Hasan. Beliau menjanjikan dan memberikan iming-iming hadiah kepada warganya, siapa saja yang mau menjalankan shalat  Zuhur berjamaah selama 40 (empat puluh) hari berturut-turut akan mendapatkan hadiah mobil kijang Innova.

Kalau saja itu di Kabupaten Bandung, gue pasti ikutan donk maksain diri buat shalat zuhur berjamaah, he.. Konon katanya Bpk. Walikota tersebut tidak serta merta mengeluarkan pernyataan tersebut. Beliau merasa prihatin atas kondisi mesjid-mesjid besar yang besar mesjidnya tapi yang shalatnya sedikit makanya beliau prihatin dan keluarlah pernyataan janjji tersebut seperti panggilan hati nurani.

Kalau menilai absah atau tidaknya, pro dan kontra pasti selalu ada, dan semua itu akan berlalu seiring berjalannya waktu. Kalau hadiahnya sih mau, tapi shalatnya itu loh, diawal seperti terasa ringan dan tanpa beban, tapi ujian di akhir pasti akan sangat besar. Hanya seorang hamba yang tulus yang bisa keluar dari semua ujian tersebut.

Semoga niat baik Bpk. Walikota memberikan wahana baru agar mesjid menjadi makmur kembali. Permasalahan sedikitnya orang yang mau sembahyang di mesjid memang bukan hanya di Bengkulu saja, di semua kota-kota besar pun sama, mesjidnya saja yang megah tapi jemaahnya sedikit.

Jadi menurut saya alangkah baiknya kalau sumbangan, infaq, dan sedekah itu jangan untuk pembangunan mesjid, karena di kita sekarang ini, mesjid sudah megah sekali seperti sebuah istana presiden atau istana kerajaan.

Alangkah lebih baik sumbangan itu diperuntukan buat anak yatim, janda beranak yang ditinggal mati atau dicerai suaminya yang tidak bertanggungjawab. Atau alangkah lebih baiknya lagi kalau infaq dan sedekah itu buat kerabat dekat kita yang memang kurang mampu dari segi ekonominya.

Jadi shalat berhadiah mobil itu memang baik, dan mudah-mudahan mesjid-mesjid yang megah dan besar-besar di sana bisa kembali ramai jemaahnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar