Selasa, 08 April 2014

Mengharap Serangan Fajar Pemilu

Mengharap serangan fajar pemilu 2014 itu kata teman saya yang tidak mau memilih jika tidak ada yang ngasih uang ke dia minimal satu juta rupiah. Apa benar selalu ada serangan fajar jelang pemilihan umum? Apakah para caleg selalu bagi-bagi uang jelang pemilu 2014.








Siap-siap untuk semua Bank di Indonesia, bisa-bisa pihak Bank kehabisan recehan karena masa money loundring jelang Pemilu 2014. Apakah masyarakat mengehendaki dan selalu berharap ada yang membagi-bagi uang dari para Caleg? Tentunya kalau ada yang ngasih uang gratis dan cuma-cuma siapa yang enggak mau apalagi nyari uang jaman sekarang susah dan kerja pun susah. Kalau dapat uang gratis dan cuma-cuma, masa mau ditolak, lumayan buat beli susu bayi dan beli Gas.

Jaman sekarang semua serba mahal, tagihan listrik, tagihan telepon, biaya beli gas, beli sayur mayur, beli beras apa lagi. Semuanya serba mahal dan perlu yang namanya Duit, jadi kalau dapat duit cuma-cuma terima saja bagi Anda yang tidak mampu, itu rejeki dari Allah SWT. Jika Anda tolka, berarti hidup Anda sudah berkecukupan dan enggak butuh uang dari para caleg. It's ok end never mind.

Pada umumnya jaman sekarang sudah seperti itu, siapa yang mau jadi Caleg jaman sekarang, harus kuat modal, mental, dan nyali. Terutama harus kuat DUIT, itu katanya sih. Konon lagi katanya kalau mau jadi Caleg anggota dewan pusat pada salah satu partai, minimal harus nyumbang materi atau uang ke partai tersebut sebesar 3 Miliar Rupiah. Benar tidaknya, yah Anda bisa cari tahu sendiri deh.

Masyarakat lagi dimanja oleh semua caleg dari hampir kurang lebih 18 partai, para caleg menghambur-hamburkan uang dan membagi-bagikan uang, sembako, baju, sampai minuman kemasan kepada masyarakat supaya mereka memilih caleg tersebut.

Kampanye memang sudah berakhir, akan tetapi, siap-siap akan serangan fajar jelang pemilihan Anggota dewan. Ada saja yang berharap ada titipan amplop di pagi hari jelang pemilihan dari para caleg. Serangan fajar pemilu 2014 kali ini akan selalu dinantikan masyarakat.

Memang dari segi kualitas pemilu 2014 sangat jauh, para caleg yang nantinya terpilih pasti akan mencari cara agar uang mereka saat kampanye bisa kembali dan malah untung banyak. Kualitas caleg menentukan masa depan bangsa Indonesia. Namun, bagaimana menurut Anda?

Kita selalu berharap Indonesia bisa mensejahterakan rakyat miskin bukan menenggelamkan nasib rakyat miskin dan jelata. Meskipun diatas sana banyak tikus-tikus nakal dan pejabat kerah putih, di depan banyak orang dia berkata seolah-olah dia orang yang jujur dan rendah hati, tapi dibalik semua itu...

Mudah-mudahan masyarakat sadar diri, kalau pun mereka menerima uang suap dari para caleg, terima saja, akan tetapi, pilihlah menurut kata hati yang paling benar menurut Anda untuk kemajuan bangsa ini. Jangan mau memilih pemimpin yang sukanya menjual aset negara, jangan mau memilih pemimpin yang tidak bertanggungjawab terhadap masalah besar, jangan mau memilih pemimpin yang tidak bisa mengurus keluarganya sendiri, dan jangan mau memilih pemimpin yang menjadi boneka.

Pilihlah dan cobloslah pemimpin yang menjanjikan kepuasan untuk Anda dan keluarga, karena keluarga Anda bukan butuh kertas pemilu melainkan Duit, lol.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar