Jumat, 04 April 2014

Siapa Yang Anda Bela

Sudah tiga hari saya selintas melihat di layar televisi mengenai janji suatu partai politik yang mengatakan bahwa mereka ingin menembus pendapatan per kapita masyarakat Indonesia menjadi 12 Juta Rupiah per bulan. Itu berarti dalam setahun pendapatan seorang individu pekerja di Indonesia sebesar 144 Juta Rupiah.




Bisa Anda bayangkan enggak, dengan 12 Juta rupiah, mau nyicil rumah pun bisa, mau nyicil mobil kijang pun bisa apalagi Sepeda motor. Kalau dihitung harian, berarti rata-rata per hari masyarakat indonesia berpenghasilan sekitar kurang lebih 400 Ribu Rupiah. Wow.. Lumayan cukup besar jika dibandingkan dengan harga-harga sembako sekarang bisa menimbun beras, emas, dan bensin sebulan dirumah.

Tapi bagaimana jika pendapatan kita bertambah menjadi 12 Juta Rupiah terus dibarengi kenaikan harga beras menjadi 50 Ribu Sekilo, atau harga bensin menjadi 20 Ribu seliter, dan harga emas menjadi 1 Juta Rupiah pergram. Sama saja bohonk kale.

Apakah janjji itu bisa ditepati? Wah enggak tahu deh, banyak janji-janji palsu, masyarakat kecil hanya diiming-imingi impian indah semerbak harum bunga kasturi atau mawar merah. Setelah terpilih apa yang terjadi, masyarakat kecil tetaplah kecil dan tidak akan menjadi masyarakat sejahtera dan besar karena hidup tidak bertumpu pada janjji, melainkan pada kinerja dan makna kongkret dari kinerja nyata.

Ibarat sebuah hewan peliharaan, mereka akan jinak jika kita memberikan perhatian dan kasih sayang terus menerus dari induknya. Mereka akan membela majikan disaat majikan berada dalam keadaan yang berbahaya. Begitu pun Indonesia dan atau negara-negara lain. Masyarakat akan tunduk dan membela habis-habisan negaranya jika sang pemimpin memberikan keadilan dan perhatian menyeluruh kepada warganya.

Hanya saja para pemimpin kita lebih senang duduk santai di singgasana kursi empuk bertahtakan emas, tidak mau berlumuran keringat bergabung bersama masyarakat kecil. Kasih sayang itu bukan janjji-janjji yang kau tawar-tawar seperti dalam lirik lagu dangdut.

Kasih sayang itu perlu diimplementasikan di semua lini lapisan masyarakat. Jangan hanya duduk menikmati kegemerlapan istana kepresidenan saja sementara masyarakat kecil sedang berjuang mengurus surat-surat kelengkapan agar bisa dirawat gratis di rumah sakit. Mereka berjibaku menghadang waktu, bolak balik rumah sakit ketika sang anak sedang demam tinggi.

Adanya BPJS, Jamkesmas, dan program yang konon katanya berpihak ke rakyat kecil sangat tidak manusiawi. Mereka mempermainkan rakyat kecil lebih bagaikan domba kehilangan induk, mereka mempermainkan rakyat kecil sampai mereka harus merangkak tertatih-tatih demi mendapatkan pelayanan kesehatan gratis dari rumah sakit.

Jangan percaya janji-janji karena hanya akan menguras tenaga dan pikiran, lebih baik pikirkan urusan perut keluarga daripada memikirkan hal-hal yang tidak penting. Kecuali kalau pemerintah sudah bisa menjamin perut kembung seperti Bapak Polisi, masyarakat tidak digiringpun tidak disuruh pun akan dengan sendirinya dari lubuk hati terdalam pasti datang sendiri, berjuang, dan mau bersama-sama bangkit membela negara kita.


Kalau sekarang apa yang mau Anda Bela?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar