Rabu, 04 Juni 2014

Kasus Korupsi Haji

Korupsi lagi-lagi menjadi buah bibir sumbing bangsa Indonesia. Mengapa bibir sumbing? Kalau bibir sempurna itu kan seperti bibir merah delimanya Angelina Joli atau Bibir manisnya Syahrini yang sangat cetar membahana mendayu-dayu. Jadi kalau bibir syahrini sudah mendarat di muka kita nih, bibir sempurna membuat kita serasa melayang di udara.

Tapi kalau bibir sumbing itu yah seperti anak kehilangan induknya. Bibir sumbing terasa enggak sedap dipandang mata, meskipun hidup mewah tapi enggak berasa mewah karena kita sudah di cap bibir sumbing. Korupsi terus berulang-ulang dari sebuah watak dan kebiasaan buruk para pejabat dan orang yang menduduki posisi terhormat dan basah.



Yang paling hangat-hangatnya dan mungkin bisa diibaratkan seperti opor ayam yang baru diangkat dari kompor gas adalah mengenai kasus korupsi haji. Lagi-lagi umat islam mendapatkan bibir sumbing dari sebelumnya banyak pejabat dari berbagai partai Islam yang ersangkut KPK. Kini muncul kasus korupsi baru yang lagi di seldiki KPK.

Kasus korupsi haji mencuat ke permukaan setelah banyak dugaan kejanggalan di kementrian agama. Kasus ini muncul setelah pihak KPK menelisik Dugaan korupsi terkait penyelenggaraan haji di kementrian agama tahun 2012/2013.

Yang menjadi tersangka adalah ketua umum PPP yang berinisial SDA. SDA ditetapkan sebagai tersangkan oleh pihak KPK dan saat ini telah menjalani proses pemeriksaan hukum.

Kasus korupsi haji memang membuat bibir sumbing dan membuat PPP semakin terpuruk. Tentunya, bagi umat Islam ini menjadi aib juga karena lagi-lagi disoroti oleh masyarakat di dunia. Korupsi haji itu kalau kata Komeng komedian ILK bisa diibaratkan seperti pengurus mesjid nyolong kencleng mesjid.

Pemimpin yang diberi amanahnya saja sudah tidak bisa dipercaya karena menyimpang dan menyelewengkan amanah. Bagaimana bisa menjadi tauladan bagi umatnya, sudah sangat jauh para pemimpin kita menyimpang dari keteladanan rosul.

Bibir sumbing tetaplah akan menjadi bibir sumbing dan berbekas meskipun itu bisa dihilangkan dengan operasi plastik. Karena satu noda yang kita lakukan, efeknya akan lebih banyak dan bahkan bisa ribuan noda yang akan menempel terus jika kita tidak melakukan apa-apa untk kebaikan dan kemajuan bangsa ini.

Mudah-mudahan kasus korupsi yang terjadi ditindak dengan hukum yang tegas yang bisa membuat jera para pencari jejak di kemudian hari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar