Sabtu, 07 Juni 2014

Lagi-lagi Kelangkaan Gas Elpiji

Mendapatkan gas elpiji tidak sulit bagi orang kaya, kalau gas 3kg habis, bisa beli yang 12 kg, kalau 12 kg habis juga, bisa beli minyak tanah dengan harga selangit. Namun, bagi orang yang menengah ke bawah, yang uangnya hanya cukup membeli tabung gas 3kg sulit didapatkan. Kelangkaan Gas elpiji sudah sering ditemui di beberapa daerah di Indonesia.

Kalau ada pun, harga gas elpiji 3kg melambung tinggi dari harga 16 ribu rupiah, kini harganya mencapai 20 ribu rupiah. Kalau melihat situasi sekarang ini, kelangkaan elpiji lebih disebabkan oleh permainan monopoli orang-orang yang hanya ingin mengeruk keuntungan.



Dampaknya, masyarakat yang sudah terbiasa memakai gas elpiji kebingungan mencari alternatif untuk mengatasi kelangkaan elpiji. Masyarakat yang sudah terbiasa memakai tabung gas elpiji 3kg, harus beralih ke jaman Flinstoon, kembali mengumpulkan kayu-kayu bekas, akar pohon, ampas kayu, ranting, dan berbagai bahan bakar alami yang ada di sekitar rumah untuk kelangsungan dapur supaya terus berasap.

Dimanakah para pemimpin negeri ini yang peduli pada rakyat kecil? Kalau urusan untuk mengenyangkan perut rakyat sudah tidak bisa, bagaimana rakyat mau bersimpati. Rakyat kecil memang sepertinya akan dibiarkan kecil dan terus kelaparan sementara mereka yang duduk di singgasana pemerintahan sedang asyik menikmati gelimpangan harta uang rakyat.

Sampai kapanpun Indonesia tidak akan maju kalau urusan untuk perut rakyatnya aja tidak bisa mengatur. Kelangkaan gas elpiji adalah suatu perampokan hak hidup rakyat kecil, setiap detik, setiap menit, dan setiap jam kelangkaan elpiji ini tetap tumbuh subur dan tidak dihiraukan oleh pemimpin kita, maka setiap detik itu pula, masyarakat miskin semakin tidak produktif dan tidak percaya sama pemimpin negeri ini.

Persoalan lain muncul, awal juli nanti beritanya harga-harga kebutuhan pokok kembali akan naik apalagi pas banget sama bulan suci ramadhan yang memang tiap tahun kita selalu menerima berbagai berita kenaikan harga. Beritanya awal bulan Juli namun kenaikannya sudah terasa dari mulai sekarang.

Kapan harga kebutuhan pokok diberitakan turun? Perasaan beritanya naik terus dan selalu pemerintah yang dirugikan sampai milyaran atau triliunan padahal pemerintah banyak duitnya dan sebetulnya rakyat miskin yang sangat dirugikan.

Jadi kalau mau milih presiden nanti awal Juli 2014? Terserah anda mau memilih atau tidak.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar