Rabu, 18 Juni 2014

Perselingkuhan Dalam Rumah Tangga

Berbagai kasus perselingkuhan dalam rumah tangga seringkali menghinggapi seorang suami atau istri yang sedang memiliki masalah dalam kehidupan berumah tangga. Perselingkuhan biasanya terjadi karena ada pihak ketiga yang masuk ke dalam rumah tangga dan disadari atau tidak, salah satu pihak pasangan terkesan oleh pihak ketiga tersebut.

Satu hal yang mendasari terjadinya kasus perselingkuhan adalah Cinta. Timbulnya rasa cinta dan sayang seorang suami atau istri terhadap pihak ketiga yang masuk ke dalam kehidupan rumah tangga kita.



Cinta yang terlalu dalam, karena dalamnya rasa cinta tersebut mengakibatkan seseorang menjadi lupa darimana asalnya dia, untuk apa dia hidup, dan apa yang dia ingin raih dari pasangan baru tersebut.

Pada awalnya perselingkuhan itu memang terasa indah dan selalu membahagiakan diri si peselingkuh. Di hati dia, di pikiran dia, dan setiap menit ingatan dia selalu tertuju sama sang kekasih gelap. Setiap hari, perasaan Cinta itu memang indah dan selalu membahagiakan hatinya.

Tapi, semua perasaan cinta dan sayang itu hanya sesaat. Selingkuh itu indah di awal dan pahit di akhir, indah hanya karena kita terbawa oleh nafsu setan sehingga lalai menjalankan kewajiban sebagai seorang suami yang seharusnya memberi nafkah terhadap anak dan istri yang sudah lama menemani perjalanan hidupnya.

Apa yang didapat dari selingkuh? Indahnya hanya sesaat, Cinta-nya sesaat, dosanya abadi, dan jika kita tidak bisa bertanggung jawab terhadap apa yang kita lakukan, pada akhirnya kita hanya menumpuk-numpuk dosa dan kesalahan.

Pada akhirnya istri dan anak kita meninggalkan kita sebatang kara, dan pada akhirnya kita diselimuti rasa bersalah dan terus menerus merasa menyesal karena tidak ada rasa penyesalan di awal kecuali nungtun kambing.

Yang pasti nih, apabila kita selingkuh dan ternyata kita sudah lama berumah tangga dan memiliki anak yang sangat lucu sekali. Kita harus kembali kepada niat awal kita hidup berumah tangga dengan istri pertama.

Dua hal yang harus menjadi dasar kita mencintai istri pertama adalah kehidupan yang bahagia dengan istri pertama belum tentu kita dapatkan dari calon istri yang baru, biasanya calon istri yang baru kita merasa cinta dan sayang kepada kita setelah melihat kita hidup mapan seperti sekarang.

Dan yang kedua adalah istri yang lama telah merasakan pahit manisnya kehidupan yang dijalani bersama, dia menerima apapun keadaan kita selama ini, dia tidak meminta sesuatu hal apapun dari kita, yang dia minta kepada kita adalah kesetiaan dalam menjaga hubungan sampai akhir hayat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar