Selasa, 01 Juli 2014

Aturan Baru FIFA Cooling Breaks di Piala Dunia Brasil

Aturan Baru FIFA Cooling Breaks membolehkan adanya istirahat dan minum untuk melepas dahaga di tengah cuaca panas yang menghinggapi kota-kota di Brasil tempat berlangsungnya perhelatan akbar Piala Dunia 2014. Kalau dalam olahraga bola basket itu sama dengan Time Out, namun, waktu yang disediakan untuk cooling break adalah 3 menit di setiap babak bagi tim yang bertanding.


World Cup Cooling break membolehkan setiap pemain beristirahat, minum, serta mempersiapkan strategi baru. Cooling Break lebih fokus kepada pengaruh cuaca panas sehingga wajar saja bila ada istirahat 3 menit setelah melewati batas waktu 30 menit pertama. Cooling Break ada di setiap masing-masing babak pertandingan.



Apabila waktu babak pertama telah lewat 30 menit, pelatih boleh mengajukan First Drinks break selama 3 menit. Setelah itu kedua tim kembali bertanding sampai babak pertama selesai. Memasuki babak kedua, sang pelatih boleh mengajukan Third Drinks Break di menit ke 76-85 karena waktu tersebut merupakan waktu yang memang para pemain lagi dehihdrasi dan lagi ngedrop stamina tubuh.

FIFA Head of Media Delia Fischer mengatakan saat wawancara dengan wartawan bahwa Aturan Baru FIFA World Cup Cooling Breaks adalah:
Jika temperatur cuaca atau suhu suatu negara penyelenggara pertandingan  diatas 32 derajat celcius (90 derajat Fahrenheit) maka Kepala Medis Pertandingan berhak mengajukan 3 menit cooling breaks di setiap babaknya

Manfaat atau Benefit World Cup Cooling Break: Fifa mengenalkan aturan adanya Water Break atau dinamakan Cooling Break di piala dunia kali ini agar para pemain:

  1. Kembali segar bugar di tengah cuaca ekstrem Brasil yang panas agar stamina tubuh kembali pulih
  2. Para pemain baik lawan maupun kawan boleh istirahat sejanak dan minum air untuk mengembalikan metabolisme dan stamina tubuh
  3. Bisa santai sejenak dan menyiapkan strategi permainan, evaluasi, dan taktik selanjutnya agar bisa memenangkan pertandingan.

Piala Dunia Brasil memang menghadirkan banyak produktifitas gol bagi negara peserta piala dunia. Produktifitas gol lebih disebabkan karena cuaca ekstrim yang cukup panas sehingga para macan Asia dan Macan Amerika lebih mengaum dan membabi buta dalam menyarangkan gol demi gol mereka ke gawang lawan.

Asia dan Amerika memang sudah terbiasa dengan cuaca panas, namun tidak untuk negara-negara di Eropa yang lebih dingin dan sejuk. Akan tetapi, tim-tim Eropa masih ada yang lolos ke perempat final, contohnya saja Belanda, Perancis, dan Germany, ini membuktikan bahwa cooling breaks efektif untuk negara-negara Eropa karena mereka bisa memaksimalkan penampilan selama bertanding.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar