Minggu, 13 Juli 2014

Pengecaman Agresi Militer Israel

Pengecaman agresi militer Israel mulai bermunculan di hampir semua negara di dunia. Dari mulai Mesir, Inggris, Australia, dan Indonesia. Mereka mengecam aksi penyerangan Israel kepada warga sipil Palestina. Merak juga mengecam Amerika Serikat dan PBB yang hanya tinggal diam menyaksikan agresi militer Israel.

Israel seakan-akan tidak mau kompromi dengan Palestina, di tahun 2014 ketika warga Palestina sedang khidmat melaksanakan ibadah puasa bulan suci ramadhan. Palestina kembali berduka, lagi-lagi Israel mengganggu ketenangan masyarakat Palestina. Kali ini, Israel melancarkan agresi militer mereka dengan ribuan roket dan rudal yang membumihanguskan jalur Gazza Palestina.



Negara zionis Yahudi yang berwatak keras dan tidak mau didikte negara lain ini terus menggempur Palestina dan menyerang pemukiman di jalur gazza. Sangat biadab dan tidak berperikemanusiaan itulah julukan yang pantas buat negara yang dulu pernah jadi bulan-bulanan Hitler sang Diktator Jerman.

Menurut berita di Tvone, kurang lebih 800 Warga Palestina berpaspor ganda mulai meninggalkan jalur Gaza menyusul penyerangan brutal Israel. Kurang lebih 4000 warga mulai mengungsi dari jalur Gazza. Saat ini jalur pemukiman gazza sudah rata dengan tanah akibat rudal dan roket Israel yang terus menggempur Gazza lebih dari empat hari.

Israel mengklaim telah meluncurkan 2300 roket ke wilayah Gazza. Sekitar 167 warga telah menjadi korban keganasan roket israel yang didanai dan disokong negara yang konon katanya Polisi Dunia, Amerika Serikat, 77 persen korban meninggal adalah warga sipil.

Kementrian kesehatan Palestina tak henti-hentinya menghimbau ke seluruh dunia agar segera mengirimkan obat-obatan ke wilayah Palestina karena hampir di setiap rumah sakit di wilayah Palestina kekurangan obat-obatan dan bahan makanan. Himbauan ini ditanggapi kementrian terdekat yaitu kementrian arab saudi. Mereka telah mengirimkan puluhan ton obat-obatan dan makanan ke wilayah rumah sakit di Gazza City.

Pengecaman agresi militer Israel datang dari ribuan warga Australia. Mereka mengecam Israel yang melakukan agresi militer ke wilayah Palestina. Mereka juga mengecam Amerika Serikat yang hanya diam menyaksikan negara Palestina dibombardir ribuan roket Israel.

Aksi solidaritas Palestina juga banyak digelar di seluruh wilayah Indonesia. Ribuan masyarakat Indonesia gelar aksi pengecaman Agresi Militer Israel seperti di Ambon, Jakarta, Bandung, Sumatera, Sulawesi, Yogyakarta. Mereka mengecam aksi brutal, aksi anarkis, dan aksi kekejaman Israel terhadap warga sipil Palestina.

Namun, Israel tidak bergeming, pengecaman agresi militer Israel dari beberapa negara di dunia tidak dihiraukan dan mereka terus menggempur pemukiman Palestina. Sungguh keji dan sangat tidak manusiawi. Kalau boleh dikatakan, perdana menteri Israel Benyamin Netanyahu adalah seorang dajjal atau setan bertanduk yang perlu di bui di penjara Guantanamo dan direndam di lumpur yang penuh dengan lintah darat.

Untuk Indonesia, mudah-mudahan presiden baru nanti bisa tegas dan proaktif dalam menyikapi tragedi yang terjadi di Palestina. Harapan masyarakat Indonesia adalah ikut menjaga ketertiban dunia dengan memperjuangkan negara Palestina sebagai salah satu negara sesama muslim bisa mendapatkan kedaulatan negaranya kembali di mata dunia.

Mudah-mudahan PBB dalam hal ini sebagai lembaga tertinggi hukum internasional mampu meredam agresi militer Israel ke Palestina sehingga hari raya kemenangan umat Islam Palestina nanti tidak ternodai oleh lautan darah warganya yang terkena rudal dan roket Israel. Dan Israel mudah-mudahan diberikan hukuman yang setimpal atas perbuatan keji mereka kepada warga sipil Palestina. Amiin..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar