Minggu, 06 Juli 2014

Penyesalan Seorang Koruptor

Rumah mewah yang aku beli dengan semua fasilitas lengkap di dalam maupun sekitar rumah ini tak akan berarti apa-apa tanpa kehadiranmu. Aku bersyukur memiliki pasangan hidup secantik dirimu. Aku bukan orang baik, aku punya rumah semewah ini, punya mobil mewah, tabungan miliaran, deposito dimana-mana, itu semua hasil dari ngerampok, korupsi, kolusi, dan hasil penipuan.


Aku bahkan menganggap diriku sekarang ini seperti mayat hidup yang bergentayangan, berjalan tiada arah, dan aku adalah pendosa besar. Akankah tuhan mengampuniku? Aku memang calon penghuni neraka yang paling dalam dan surga itu jauh dariku, tapi kamu? Lihatlah dirimu, sangat cantik, solehah, dan seorang kekasih idaman seperti Aisyah. Aku tidak habis pikir bagaimana kamu bisa mencintaiku selama ini.



Dan sekarang kamu sedang hamil, aku sangat bersyukur sekali mendengar berita baik ini darimu. Jujur kalau anak kita nanti laki-laki, aku tidak ingin dia seperti diriku yang naif dan pendosa besar, aku tidak ingin dia terjerumus ke dalam setiap langkah dan perbuatanku selama ini, aku tidak ingin dia menjadi seorang perampok, seorang koruptor, dan seorang penipu.

Tapi jika dia adalah seorang perempuan, aku ingin dia menjadi seperti dirimu, baik hati dan memiliki akhlak mulia. Jika dia perempuan, aku ingin dia bisa mengaji, menari, dan bernyanyi. Aku ingin dia menjadi seperti dirimu yang santun.

Apakah kamu bersedia tetap menemaniku jika aku menyerahkan semua yang aku miliki kepada orang-orang yang berhak memiliki hartaku ini? Aku tentu sangat bersyukur sekali mendengar dirimu mau menerimaku, akan tetapi jika dirimu menolak, aku rido dan ikhlas atas semua keputusanmu.

Alhamdulillah jika itu keputusanmu, baiklah, kita akan memulai kehidupan dari awal lagi. Aku sadar telah banyak berbuat dosa dan kesalahan, dan aku ingin memperbaiki semua ini. Aku tidak akan menyerah, dan aku akan menikmati setiap kesulitan hidup yang akakn aku jalani nanti.

Semua harta yang aku miliki tabunga, rumah mewah, mobil mewah, dan deposito tidaka berarti apa-apa dibanding dirimu. Aku memiliki dirimu pun sudah sangat bersyukur kepada Tuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar