Jumat, 22 Mei 2015

Pilkada Serentak 9 Desember 2015

Pemilihan Langsung Kepala Daerah akan dilakukan secara serentak di Indonesia. Menurut KPU, Pemilihan serentak Kepala Daerah akan dilakukan dari 269 daerah terdiri dari 9 Provinsi, 36 kota, dan 224 Kabupaten. Lebih Lanjut KPU menuturkan, ini artinya sekitar 53 % dari total 537 Jumlah Provinsi dan Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia akan mengikuti Pilkada Serentak yang dibagi kedalam 3 gelombang.

Pilkada Serentak gelombang pertama akan dilakukan tanggal 9 Desember 2015, Gelombang kedua Pilkada Serentak akan dilakukan pada bulan Februari 2016. Gelombang ketigaPilkada Serentak akan dilaksanakan pada Bulan Juni 2018.



Pilkada Serentak tahun 2015 ini memang baru pertama kali dilakukan sejak ajang demokrasi puluhan tahun silam di Indonesia. Berita terbaru datang dari Kabupaten Bandung, menurut Harian Umum Pikiran Rakyat, Bupati Bandung Hj. Dadang Naser lebih memilihmengikuti Jalur Independen yang lima tahun sebelumnya berasal dari Partai Golkar.

Pilkada serentak 2015 bisa menguntungkan Partai Selain Golkar atau tidak? Yang jelas Kubu Partai Golkar sedang diwarnai gejolak internal yang menjadikan mereka menjadi 2 Kubu, Kubu ARB dan Kubu Agung Laksono.

Inilah yang menyebabkan Bupati Kabupaten Bandung Dadang Naser akan mengikuti Pilkada Serentak 2015 untuk kedua kalinya lewat Jalur perseorangan atau Independen. Lalu pertanyaan muncul, siapakah Pasangan Dadang Naser? Mungkinkah dari PDI Perjuangan Bapak Decky Fajar SH, atau dari partai lainnya.

Sampai berita diturunkan, Dadang Naser baru mengumpulkan dukungan sekitar 125.000 Fotocopy KTP/SIM. Dadang Naser harus mengumpulkan Fotocopy Identitas warga setidaknya mencapai syarat dukungan sebesar 227.004 (Dua Ratus Dua Puluh Tujuh Ribu Empat) Fotocopy dukungan untuk mendapat tempat di Pilkada Serentak 2015 ini.

Konflik Golkar yang sampai saat ini belum ada titik terang dikhawatirkan tidak dapat mengusung calon Kepala Daerah yang akan maju di tahun 2015.

Jadi, Siapapun Kepala Daerahnya nanti, Jika programnya Jelas, programnya prorakyat, programnya tepat sasaran, programnya tidak neko-neko, dan menyentuh kalangan masyarakat bawah. Mungkin itu bisa menjadi pilihan anda untuk menentukan siapa Calon Kepala Daerah yang akan anda usung di tahun 2015.

Daftar Artikel Terkait :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar