Jumat, 15 Mei 2015

Tes Keperawanan

Salah satu Tes Masuk AKABRI yang sekarang menjadi isu hangat dan banyak kalangan mencibir dan seolah-olah  ada diskriminasi pada generasi muda wanita Indonesia adalah Tes Keperawanan. Tes keperawanan adalah ukuran sejauh mana seseorang perempuan memiliki moralitas dan menjunjung tinggi kehormatan dirinya. Jaga kehormatan adalah hal mutlak seorang wanita, kalau tidak perawan, mau dibawa kemana harga diri bangsa ini.

Menjaga kehormatan diri adalah satu pondasi penting untuk menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Prestasi dan Popularitas menjadi tidak begitu penting ketika kita harus perang lawan Malaysia atau Amerika. Prestasi dan popularitas nihil ketika kehormatan kita sudah ternodai. Saya rasa TNI adalah pilar penting harga diri Bangsa.

Saya masih ingat, waktu kecil, anak-anak seumuran saya, termasuk saya pun demikian, mereka bercita-cita ingin menjadi tentara. Begitu terngiang di ingatan saya karena waktu itu TNI memang sangat ditakuti dan diteladani. Ditakuti preman dan diteladani masyarakat, TNI banyak peranannya di masyarakat dalam membangun infrastruktur.

Namun, kondisi sekarang, mudah-mudahan itu tidak benar, TNI seperti tidak dimunculkan di masyarakat, mungkin karena dominannya pelayanan publik lebih kepada kepolisian. Mudah-mudahan TNI tetap Jaya dan menjadi Macannya Indonesia.

Tes Keperawanan adalah tes khusus bagi Perempuan yang berminat dan memiliki ambisi untuk menjadi seorang Polisi atau Tentara yang merupakan tonggak keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tes ini dilakukan untuk mengetahui apakah seorang wanita yang ingin masuk ke AKABRI masih perawan atau sudah tidak perawan.



Jika sudah tidak perawan karena memang dahulunya wanita tersebut kecelakaan yang tidak disengaja bukan karena unsur pergaulan yang jelek seperti saudara saya pernah sewaktu kecil karena memang sudah takdirnya, kemasukan gagang Sapu akibat kenakalan waktu kecil, dia lalu dioperasi dan mungkin sebab demikian (Saya tidak mau membahas lebih lanjut karena saya ngeri menceritakannya kepada Anda), dia bisa menjadi tidak perawan karena musibah yang tidak kita inginkan.

Namun, jika memang karena Pergaulan Sek Bebas pergaulan yang negatif, suka kumpul kebo dan sebagainya, maka wanita tersebut bisa dikatakan tidak punya moralitas, jangankan untuk menjaga bangsa ini, menjaga kehormatannya saja sudah dihiraukan.

Seperti Kata Panglima TNI, Jendral Moeldoko yang dikutip dari hasil wawancara dengan salah satu stasiun Televisi hari ini, Tes Keperawanan itu untuk menguji sejauh mana moralitas wanita tersebut. Menurut Bapak. Moeldoko, AKABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia) memiliki tiga pilar penting untuk para calon taruna yang akan menjadi penegak keamanan Indonesia, mereka harus punya Moralitas yang tinggi untuk menjaga kehormatan NKRI. Yang kedua adalah Akademis, selain Moral, harus ditunjang kecerdasan akademis melalui pendidikan AKABRI, dalam hal ini, generasi muda yang ingin terjun ke TNI, POLRI, AL, AU harus memiliki otak yang cerdas agar tidak ditipu Bangsa lain. Yang terakhir adalah Fisik.

Selain moral dan Akademis, Para Taruna AKABRI harus punya fisik prima dan kuat, dalam tubuh yang kuat, terdapat jiwa yang sehat. Untuk menjaga NKRI dibutuhkan kondisi Fisik Prima dan mental baja yang bisa membuat Negara ini ditakuti bangsa lain.

Kembali ke Tes Keperawanan TNI, memang itu adalah mekanisme penerimaan AKABRI yang menurut saya sudah lama bahkan dari jaman dahulu dilakukan tes keperawanan ini. Selama tes keperawanan ini berada di jalur yang benar dan tidak merugikan para calon TNI, itu hal wajar, dan kalau enggak salah, ketika dulu saya ikut Tes Taruna AKABRI, Tes keperawanan untuk perempuan, yah yang mengujinya adalah Para TNI Wanita bukan laki-laki. Kalau yang laki-laki yah dites sama Laki-laki juga.

Kalau untuk Tes keperjakaan Pria, kalau enggak salah dulu, diperiksa apakah punya penyakit kelamin yang parah seperti Raja Singa atau Gonorhoe (Sipilis), dan atau mengidap HIV AIDS. Memang tes AKABRI adalah salah satu tes paling ketat karena mereka adalah tulang punggung keamanan Indonesia.

Daftar Artikel Terkait :



Tidak ada komentar:

Posting Komentar